Jangan Asal Bawa Barang saat Menggunakan Penerbangan Transit Luar Negeri

  • 22 Mei 2026 07:16 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Penerbangan transit melalui luar negeri kini semakin banyak dipilih masyarakat karena dinilai lebih hemat. Namun, penumpang diimbau untuk lebih memperhatikan aturan barang bawaan saat transit di bandara internasional, terutama di negara seperti Malaysia dan Singapura yang dikenal memiliki pemeriksaan cukup ketat.

Setiap negara memiliki regulasi berbeda terkait barang yang boleh maupun tidak boleh dibawa masuk, termasuk meskipun hanya transit. Oleh karena itu, penumpang disarankan memahami aturan maskapai serta kebijakan imigrasi dan keamanan bandara tujuan transit sebelum bepergian.

Berikut beberapa aturan barang bawaan yang perlu diperhatikan saat transit internasional:

  1. Cairan maksimal 100 mililiter

    Barang cair seperti parfum, minuman, lotion, pasta gigi, dan hand sanitizer umumnya hanya diperbolehkan maksimal 100 mililiter per kemasan untuk dibawa ke kabin. Seluruh cairan juga biasanya harus dimasukkan ke dalam kantong transparan.

  2. Hindari membawa benda tajam di kabin

    Gunting kecil, pisau lipat, cutter, atau benda tajam lainnya dapat disita saat pemeriksaan keamanan bandara. Barang tersebut sebaiknya dimasukkan ke bagasi tercatat.

  3. Perhatikan aturan baterai dan power bank

    Sebagian maskapai memiliki batas kapasitas tertentu untuk power bank. Umumnya, power bank wajib dibawa ke kabin dan tidak diperbolehkan masuk bagasi.

  4. Rokok elektronik atau vape memiliki aturan ketat

    Di Singapore, vape dilarang untuk dibawa masuk maupun digunakan. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat dikenai sanksi tegas.

  5. Hindari membawa makanan tertentu

    Beberapa negara memiliki aturan ketat terkait produk makanan, terutama yang berbahan daging, buah, atau produk segar. Pemeriksaan tambahan dapat dilakukan saat transit maupun kedatangan.

  6. Pastikan dokumen perjalanan lengkap

    Meski hanya transit, beberapa negara tetap memiliki ketentuan tertentu terkait visa atau pemeriksaan imigrasi, terutama jika penumpang keluar area bandara.

Sementara itu, penumpang yang transit di Kuala Lumpur juga perlu memperhatikan proses pemeriksaan ulang keamanan saat berpindah terminal atau maskapai penerbangan.

Menurut International Air Transport Association, penumpang internasional disarankan memeriksa kembali aturan keamanan penerbangan sebelum keberangkatan guna menghindari penahanan barang atau keterlambatan saat pemeriksaan bandara.

Selain soal barang bawaan, penumpang juga perlu memperhatikan durasi transit. Waktu transit yang terlalu singkat berisiko membuat penumpang tertinggal penerbangan lanjutan, terutama jika harus berpindah terminal atau melewati pemeriksaan tambahan.

Meski menawarkan harga tiket yang lebih hemat, penerbangan transit internasional tetap membutuhkan persiapan yang matang. Pemahaman terhadap aturan bandara dan barang bawaan menjadi hal penting agar perjalanan berlangsung aman dan nyaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....