Tewas setelah Terjebak 27 Jam, Lorong Sempit Jadi Makam Abadinya

  • 05 Jun 2026 07:46 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Sebuah kisah tragis dari dunia penjelajahan gua kembali menjadi perhatian publik setelah seorang penjelajah dilaporkan meninggal dunia akibat terjebak di lorong bawah tanah yang sangat sempit. Dalam upayanya menelusuri jalur yang belum banyak dijelajahi, pria tersebut tersangkut saat merayap melalui celah batu dengan posisi tubuh terbalik. Kondisi kepala yang berada lebih rendah dari tubuh menyebabkan tekanan fisik yang semakin berat seiring berjalannya waktu.

Tim penyelamat segera dikerahkan untuk melakukan operasi evakuasi yang rumit dan berisiko tinggi. Selama sekitar 27 jam, berbagai metode digunakan, mulai dari sistem tali dan katrol hingga pengeboran batu di sekitar lokasi korban. Namun, sempitnya ruang gerak serta struktur gua yang tidak stabil membuat proses penyelamatan berlangsung sangat sulit dan berbahaya bagi seluruh tim yang terlibat.

Meski berbagai upaya telah dilakukan tanpa henti, kondisi korban terus memburuk akibat posisi tubuh yang tidak memungkinkan sirkulasi darah bekerja secara normal. Situasi tersebut sejalan dengan temuan dalam jurnal ilmiah Wilderness & Environmental Medicine yang menjelaskan bahwa posisi tubuh terbalik dalam waktu lama dapat menyebabkan gangguan pernapasan, penurunan fungsi jantung, serta risiko kegagalan organ yang berakibat fatal.

Setelah perjuangan panjang yang menyita perhatian banyak pihak, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia di dalam gua. Karena proses evakuasi dinilai terlalu berbahaya dan berpotensi mengancam keselamatan tim penyelamat, lorong tempat korban terjebak kemudian ditutup secara permanen. Peristiwa ini menjadi pengingat akan besarnya risiko eksplorasi bawah tanah dan pentingnya perencanaan keselamatan yang matang sebelum melakukan penjelajahan di medan ekstrem.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....