Portugal Buka Piala Dunia 2026 dengan Imbang 1-1 vs Kongo, Sorotan Tajam ke Arah Crist
- 22 Jun 2026 20:43 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Timnas Portugal hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Kamis (18/6) dini hari WIB. Hasil ini memicu kritik terhadap performa tim, khususnya kapten mereka, Cristiano Ronaldo.
Ronaldo, 41, bermain penuh 90 menit namun gagal memberikan kontribusi signifikan. Pemain veteran itu tidak mencetak gol maupun assist, tidak menciptakan peluang, tidak berhasil melakukan dribel, dan tidak memenangkan duel. Dari tiga tembakan yang dilepaskan, tidak satu pun mengarah ke gawang. Statistik tersebut membuatnya mendapatkan rating 6,1 dari SofaScore — terendah di antara pemain Portugal pada laga itu — dan mencatat hanya 25 sentuhan bola sepanjang pertandingan, jumlah paling sedikit saat ia bermain penuh di turnamen besar bersama Portugal.
Catatan buruk Ronaldo di turnamen besar pun berlanjut: ini menjadi laga ke-10 beruntun tanpa golnya untuk tim nasional di Piala Dunia dan Euro. Dalam rentang tersebut ia telah melepaskan 33 tembakan, namun hanya 11 yang mengarah ke gawang. Kontras dengan penampilan Ronaldo, Lionel Messi sehari sebelumnya mencetak hat-trick untuk Argentina, sehingga perbandingan antarmegabintang semakin tajam.
Kritik dan seruan pencadangan
Hasil imbang ini memicu reaksi keras dari sejumlah pengamat dan mantan pemain. Mantan striker Liga Inggris Chris Sutton mempertanyakan keputusan pelatih Roberto Martinez yang tetap memainkan Ronaldo selama 90 menit, bahkan menuding sang pelatih "takut menggantinya". Mantan pemain internasional Ghana Kevin-Prince Boateng menyarankan Ronaldo mau mengorbankan posisi starter demi tim, dengan opsi masuk sebagai pemain pengganti pada 15–20 menit terakhir untuk memberi dampak. Mantan penyerang timnas AS Taylor Twellman bahkan menyarankan Ronaldo lebih baik duduk di bangku cadangan sepanjang turnamen.
Secara taktis, pengamatan menunjuk pada minimnya pergerakan Ronaldo, keterbatasan partisipasinya dalam dukungan pertahanan dan distribusi bola, serta efek psikologis terhadap rekan setim yang cenderung mencari umpan kepadanya. Data juga mengindikasikan Portugal rata-rata mencetak 1,9 gol per laga ketika Ronaldo starter, dibanding 2,8 gol saat ia absen.
Pembelaan dari pelatih dan rekan
Di tengah kritik, pelatih Roberto Martinez membela keputusannya. Martinez menegaskan bahwa saat tim membutuhkan gol, Ronaldo harus berada di lapangan, dan pengalaman sang kapten di kotak penalti sangat berharga. Martinez menyebut Ronaldo sebagai "pencetak gol terbaik dalam sejarah" dan menilai posisinya masih penting bagi Portugal.
Bek Ruben Dias juga meredam kontroversi, menyebut kritik itu "gangguan tidak penting" dan menegaskan bahwa ruang ganti tetap kompak dalam persiapan menghadapi laga selanjutnya.
Kedalaman skuad dan prospek rotasi
Portugal masih memiliki opsi penyerang lain seperti Goncalo Ramos, serta pemain kreatif seperti Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Rafael Leao, Pedro Neto, dan Joao Felix. Martinez mengindikasikan rencana rotasi di laga kedua kontra Uzbekistan, dengan kemungkinan Joao Felix diturunkan untuk berbagi beban serangan bersama Ronaldo.
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan keenam Ronaldo di turnamen ini dan kompetisi internasional besar ke-13 baginya. Meski banyak yang menilai ini bisa menjadi panggung penutupan karier internasionalnya, Martinez menyatakan keyakinan bahwa Ronaldo masih bisa tampil di Piala Dunia 2030.
Portugal akan melakoni laga kedua grup melawan Uzbekistan, di mana keputusan Martinez soal status starter Ronaldo akan menjadi salah satu sorotan utama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....