Gubernur Sultra Ali Mazi Bacakan KUA Sementara APBD 2023

  • 18 Nov 2022 17:04 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) H. Ali Mazi, SH., memberikan penjelasan Atas Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun Anggaran 2023, di Ruang Sidang Paripurna DPRD Sultra, Kamis (17/11/2022)

Menurut Ali Mazi Kebijakan umum APBD, serta prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), merupakan dokumen perencanaan anggaran yang disusun berdasarkan pada rencana kerja pemerintah daerah, selanjutnya dibahas dan ditetapkan secara bersama-sama antara pemerintah daerah dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Hasil pembahasan tersebut melahirkan kesepakatan bersama sebagai pedoman dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

“Dengan demikian, KUA-PPAS tersebut merupakan dokumen penting dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah yang dijabarkan ke dalam program prioritas pembangunan daerah,” ujar Gubernur Ali Mazi.

Penyampaian dokumen rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2023 mengalami keterlambatan. Hal ini disebabkan karena terjadi beberapa kali revisi Peraturan Gubernur Tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2022.

Sebelum Gubernur Ali Mazi menyampaikan Pokok-pokok Rancangan Kebijakan Umum APBD, serta Prioritas dan Plafon Anggaran Tahun Anggaran 2023, Gubernur Ali Mazi meminta mengemukakan secara singkat, beberapa pencapaian pembangunan daerah, yang dilihat dari sisi indikator makro ekonomi tahun 2022, yang melatar belakangi penyusunan dokumen tersebut.

“Syukur Alhamdulillah, pada tahun 2022 ini kondisi daerah khususnya Provinsi Sulawesi Tenggara sudah semakin membaik. Hal ini dapat diukur dengan capaian beberapa indikator makro pembangunan daerah,” ujar Gubernur Ali Mazi.

Berdasarkan indikator pertumbuhan ekonomi, kondisi perekonomian Sulawesi Tenggara semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 mencapai 4,10 persen, lebih baik dibandingkan tahun 2020 yang mengalami kontraksi hingga minus 0,65 persen. Hingga Triwulan Kedua Tahun 2022 pertumbuhan telah mencapai 6,09 persen dengan kontribusi PDRB terbesar masih pada sektor pertanian, kemudian sektor pertambangan dan galian, sektor pedagangan, konstruksi dan industri pengolahan.

Untuk sektor pertanian dengan kontribusi sebesar 24,78 persen, dapat tumbuh sebesar 7,49 persen. Sementara sektor pertambangan dan galian dengan kontribusi sebesar 19,05 persen, belum dapat menyumbang peningkatan pertumbuhan, dan hanya mencapai minus 0,15 persen. Demikian pula sektor konstruksi hanya mencapai pertumbuhan minus 0,16 persen.

Hal ini disebabkan karena terbatasnya proyek pemerintah dan swasta pada periode tersebut sehingga berdampak pula pada kinerja sektor pertambangan khususnya galian non tambang yakni batuan material bangunan. Kita berharap pada periode berikutnya hingga akhir tahun 2022 pertumbuhan sektor tersebut dapat tumbuh positif dan bisa meningkatkan pertumbuhan pada tahun 2022.

”Sementara itu, sektor perdagangan dan industri pengolahan dengan kontribusi masing-masing sebesar 12,64 persen dan 7,55 persen, dapat tumbuh masing-masing sebesar 10,84 persen dan 22,57 persen. Diharapkan rata-rata pertumbuhan pada tahun 2022 dapat mencapai diatas 5,5 persen melebihi target RKPD tahun 2022,” ujar Gubernur Ali Mazi memberikan penjelasan.

Ali mazi Mazi menyebut, semakin membaiknya perkonomian daerah hingga pertengahan tahun 2022 ini cukup menggembirakan. Dirinya berharap pertumbuhan ini dapat stabil dan bahkan semakin meningkat, terutama pada sektor-sektor yang menjadi unggulan daerah dan sektor atau lapangan usaha yang dapat menyerap tenaga kerja lokal sebanyak-banyaknya, agar tingkat pengangguran khususnya pada penduduk usia produktif semakin menurun.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....