Membangun Sultra yang Aman dan Ramah bagi Perempuan dan Anak
- 07 Okt 2026 07:43 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi persoalan yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Untuk mencegahnya, masyarakat perlu memahami berbagai bentuk kekerasan serta dampak yang dapat ditimbulkan terhadap korban.
Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program Sultra Siang Pro 1, bersama Akhwat Dwi Julyani Syahrul, Fasilitator Forum Anak Sultra, dalam wawancara bersama Yuliana Linda.
Dalam pembahasannya, Akhwat menjelaskan bahwa kekerasan tidak hanya berupa tindakan fisik. Kekerasan juga dapat berbentuk kekerasan psikis atau emosional, seksual, penelantaran, perundungan, hingga kekerasan yang terjadi melalui ruang digital.
Berbagai bentuk kekerasan tersebut dapat memberikan dampak yang berbeda terhadap korban. Selain luka fisik, korban dapat mengalami rasa takut, kehilangan rasa percaya diri, menarik diri dari lingkungan sosial, hingga terganggunya proses tumbuh dan berkembang, khususnya pada anak.
Karena itu, penting bagi keluarga dan lingkungan sekitar untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku perempuan dan anak. Anak perlu mendapatkan ruang yang aman untuk berbicara dan menyampaikan pengalaman yang membuat mereka merasa tidak nyaman atau terancam.
Edukasi mengenai hak anak, batasan diri, serta cara mencari bantuan juga perlu diberikan sejak dini. Dengan pemahaman yang baik, anak diharapkan mampu mengenali situasi yang berpotensi membahayakan dan berani meminta pertolongan.
Masyarakat juga memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. Ketika mengetahui atau melihat adanya dugaan kekerasan, masyarakat diharapkan tidak mengabaikannya dan dapat membantu mengarahkan korban kepada pihak atau layanan yang tepat.
Melalui peningkatan kesadaran dan kepedulian bersama, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat dilakukan secara lebih kuat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....