Potret Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Sultra

  • 07 Okt 2026 07:49 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi perhatian di Sulawesi Tenggara. Persoalan ini tidak hanya berdampak pada kondisi fisik korban, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental, pendidikan, serta kehidupan sosial korban dalam jangka panjang.

Dalam program Sultra Siang Pro 1, Senin, 5 Oktober 2026, Rendy A. Permana, S.E., M.M., Kepala Bidang Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan DP3A dan KB Provinsi Sulawesi Tenggara, membahas kondisi kekerasan terhadap perempuan dan anak sekaligus pentingnya upaya pencegahan dan penanganan kasus.

Rendy menekankan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya kekerasan. Lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat diharapkan mampu menjadi ruang yang aman bagi perempuan dan anak.

Selain pencegahan, keberanian korban maupun masyarakat untuk melaporkan kasus juga menjadi bagian penting dalam penanganan kekerasan. Pelaporan memungkinkan korban mendapatkan pendampingan serta membantu pihak terkait melakukan penanganan sesuai kebutuhan.

Upaya perlindungan perempuan dan anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga layanan, keluarga, hingga masyarakat.

Melalui peningkatan edukasi, kepedulian, dan keberanian untuk melapor, diharapkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sulawesi Tenggara dapat terus dicegah dan ditangani secara lebih baik.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....