BMKG Prakirakan Asap Sedang Selimuti Wakatobi, Ini Imbauannya

  • 06 Okt 2026 14:24 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memprakirakan potensi asap dengan kategori sedang terjadi di sejumlah wilayah Sultra dalam tiga hari ke depan.

Prakiraan tersebut menyusul hasil observasi BMKG selama sepekan terakhir yang menunjukkan adanya asap tipis menyelimuti langit Sultra dengan jarak pandang berkisar 8-9 kilometer.

Pada 3 Oktober 2026, asap terpantau cukup tebal di wilayah Kota Kendari dan sekitarnya pada pagi hari dengan jarak pandang kurang dari 5 kilometer.

BMKG mencatat kualitas udara berdasarkan PM2.5 di wilayah Kota Kendari pada dini hari hingga sore hari berada pada kategori sedang dengan konsentrasi 15,5-55,4 µg/m³. Kondisi tersebut kemudian turun ke kategori baik pada sore hingga malam hari. Pola kualitas udara tersebut diperkirakan masih akan berulang selama beberapa hari ke depan.

Sementara itu, titik panas di wilayah Sultra pada 3 Oktober tercatat hingga 105 titik, dengan jumlah terbanyak berada di wilayah Bombana.

Dalam rilis resminya, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas IIl Maritim Kendari BMKG Heri Purnomo menjelaskan, berdasarkan arah angin yang bertiup dari Timur-Timur Laut serta pantauan satelit Himawari-9.

BMKG menyebut sebaran asap yang masuk ke Sultra berasal dari luar wilayah Sultra, yakni dari wilayah Papua Selatan dan Maluku.

Potensi asap kategori sedang diprakirakan terjadi di Kota Kendari, Konawe Kepulauan, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Bombana, Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Muna, Muna Barat, Kota Baubau, Buton, Buton Utara, Buton Selatan, Buton Tengah dan Wakatobi.

"BMKG Provinsi Sultra mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta memperbanyak minum air putih," imbaunya, Sabtu 3 Oktober 2026.

Masyarakat juga diminta menutup jendela rumah ketika asap terasa pekat. Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil dan penderita gangguan pernapasan disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

"BMKG turut mengingatkan pengguna jalan, transportasi laut dan penerbangan agar selalu waspada apabila terjadi penurunan jarak pandang secara signifikan," ujarnya.

Masyarakat juga diminta untuk terus memperbarui informasi dari BMKG dan instansi terkait untuk memastikan langkah mitigasi bencana hidrometeorologi, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dapat dilakukan dengan baik.

Kepala BPBD Kabupaten Wakatobi La Idihari juga mengimbau informasi BMKG tersebut diteruskan kepada masyarakat sebagai langkah mitigasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

“Informasi BMKG ini diteruskan ke masyarakat umum,” demikian imbauan BPBD Wakatobi.

"Sebagai langkah mitigasi terhadap bencana hidrometeorog,i agar informasi BMKG ini diteruskan ke masyarakat umum, terimakasih," tuturnya dalam group Siaga Bencana Wakatobi.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....