Pengguna QRIS Sultra Tembus 373.622, Tumbuh 29,59 Persen
- 04 Okt 2026 19:42 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Sulawesi Tenggara terus berkembang seiring meningkatnya akseptasi masyarakat terhadap pembayaran non tunai untuk berbagai kebutuhan transaksi sehari-hari.
Data Bank Indonesia menunjukkan jumlah pengguna QRIS di Sulawesi Tenggara hingga Agustus 2026 mencapai 373.622 pengguna, tumbuh 29,59 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) dibandingkan Agustus 2025.
Dari sisi merchant, jumlah pelaku usaha yang menggunakan QRIS mencapai 286.786 merchant atau tumbuh 32,02 persen secara tahunan dan tersebar di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.
Kepala Perwakilan BI Sulawesi Tenggara Edwin Permadi mengatakan pertumbuhan pengguna dan merchant menunjukkan semakin luasnya penerimaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap pembayaran digital.
“Akseptasi QRIS terus berkembang di Sulawesi Tenggara, baik dari sisi pengguna maupun merchant, sehingga pembayaran digital semakin menjadi bagian dari aktivitas transaksi masyarakat dan pelaku usaha,” kata Edwin.
Dari sisi nominal, transaksi QRIS di Sulawesi Tenggara pada Agustus 2026 tercatat sebesar Rp617,12 miliar dengan volume mencapai 6,48 juta transaksi.
Peningkatan transaksi tersebut diprakirakan terus berlanjut seiring dengan semakin luasnya penggunaan QRIS di berbagai sektor usaha dan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap pembayaran non tunai.
BI Sulawesi Tenggara bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terus memperkuat sinergi untuk memperluas akseptasi pembayaran digital di wilayah Sulawesi Tenggara.
Kolaborasi dilakukan melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), perbankan, regulator, pelaku usaha, serta berbagai komunitas strategis yang memiliki peran dalam memperluas ekosistem transaksi non tunai.
Sejumlah program juga telah dilakukan untuk mendorong digitalisasi daerah, antara lain Pekan QRIS Nasional, QRIS Jelajah Kuliner Sulawesi Tenggara, serta berbagai program kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.
Perluasan akseptasi pembayaran digital juga dilakukan melalui High Level Meeting (HLM), rapat koordinasi, capacity building, asistensi, dan berbagai kegiatan pendampingan kepada pemerintah daerah maupun pelaku usaha.
Upaya tersebut diarahkan agar penggunaan pembayaran digital tidak hanya berkembang di pusat perkotaan, tetapi juga semakin menjangkau pelaku usaha dan masyarakat di berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.
Perkembangan digitalisasi pembayaran juga diperkuat melalui implementasi QRIS Antarnegara yang memungkinkan masyarakat Indonesia dan pengguna dari negara mitra melakukan transaksi lintas negara menggunakan sistem pembayaran yang saling terhubung.
Bank Indonesia pada 21 September 2026 memperoleh penghargaan “50-in-5 Awards 2026” dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-81 di New York, Amerika Serikat, atas capaian Indonesia dalam membangun keterhubungan pembayaran digital lintas negara yang interoperable dan inklusif.
Sejak implementasi QRIS Antarnegara pada 2022 hingga Juli 2026, transaksi pengguna dari negara mitra di Indonesia mencapai 21 juta transaksi dengan nilai Rp5,90 triliun.
Sementara itu, transaksi yang dilakukan pengguna Indonesia di negara mitra mencapai 4,67 juta transaksi dengan nilai Rp1,73 triliun.
Edwin mengatakan perkembangan QRIS Antarnegara turut memperluas konektivitas sistem pembayaran sekaligus membuka ruang transaksi yang lebih mudah bagi masyarakat dan pelaku usaha ketika melakukan aktivitas ekonomi lintas negara.
Pada Rapat Koordinasi Nasional Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan TP2DD pada 24 September 2026, TP2DD Provinsi Sulawesi Tenggara juga memperoleh penghargaan sebagai Juara 3 TP2DD Terbaik tingkat provinsi se-Sulawesi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....