Ketagihan Judi Online Mengancam Stabilitas Keuangan
- 18 Sep 2026 21:37 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Ketagihan judi online tidak hanya berisiko menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas keuangan seseorang dan keluarganya. Kebiasaan bermain judi secara berulang dapat membuat seseorang kehilangan kendali dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran.
Kanit 1 Subdit V Tipidsiber Ditreskrimsus Polda Sultra, Iptu Muhammad Syarif, CH SH MH CEH, menjelaskan berbagai risiko yang dapat muncul ketika seseorang mulai terjebak dalam aktivitas judi online. Penjelasan tersebut disampaikan dalam wawancara bersama Yuliana Linda.
Menurut Iptu Muhammad Syarif, pola permainan judi online dapat mendorong seseorang untuk terus mengeluarkan uang dengan harapan mendapatkan keuntungan lebih besar. Ketika mengalami kekalahan, sebagian pemain justru kembali memasang taruhan untuk mengejar uang yang telah hilang.
| Baca juga: Mengenali Jebakan Finansial Judi Online |
Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi kebiasaan yang sulit dikendalikan. Uang yang semestinya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan, pendidikan, atau keperluan keluarga berpotensi dialihkan untuk bermain judi online.
“Judi online dapat memberikan dampak terhadap kondisi ekonomi seseorang. Ketika sudah muncul dorongan untuk terus bermain dan mengejar kekalahan, pengeluaran bisa semakin tidak terkendali,” ujar Iptu Muhammad Syarif dalam wawancara dengan Yuliana Linda.
Dari sisi keuangan, kebiasaan tersebut juga dapat memicu munculnya utang. Pemain yang kehabisan uang dapat mencari sumber dana lain untuk kembali bermain. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi finansial dapat semakin terbebani.
Iptu Muhammad Syarif mengingatkan masyarakat agar tidak melihat judi online sebagai sarana mendapatkan penghasilan. Aktivitas tersebut memiliki risiko kehilangan uang dan dapat memberikan dampak berantai terhadap kehidupan sosial maupun ekonomi.
Upaya pencegahan dapat dimulai dengan menghindari akses menuju platform judi online, mengendalikan penggunaan uang, serta membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang sehat. Dukungan keluarga juga dapat menjadi bagian penting ketika seseorang mulai menunjukkan perilaku bermain judi secara berlebihan.
Masyarakat juga diminta lebih berhati-hati terhadap berbagai promosi judi online yang menawarkan keuntungan cepat. Tawaran semacam itu dapat membuat seseorang tertarik mencoba tanpa mempertimbangkan risiko kerugian yang mungkin muncul.
“Jangan mudah tergiur dengan janji keuntungan cepat. Masyarakat perlu memahami risiko dan tidak menjadikan judi online sebagai cara untuk mendapatkan penghasilan,” kata Iptu Muhammad Syarif.
Ketagihan judi online pada akhirnya bukan hanya persoalan kehilangan uang dalam satu atau dua kali permainan. Jika dilakukan secara terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat mengganggu perencanaan keuangan dan mengurangi kemampuan memenuhi kebutuhan yang lebih penting.
Melalui peningkatan literasi digital, pengelolaan keuangan yang baik, serta kesadaran terhadap risiko perjudian daring, masyarakat diharapkan mampu menjaga kondisi finansial dan tidak terjebak dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....