Kepala Bandara HO Kendari Minta Maaf Atas Pembatalan Penerbangan Kendari-Jakarta

  • 08 Sep 2026 07:48 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Kepala Kantor Bandar Udara Halu Oleo (HO) Kendari Denny Ariyanto, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh calon penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan rute Kendari-Jakarta, pada Senin, 7 September 2026.

Pembatalan penerbangan tersebut terjadi karena dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan wilayah udara Jakarta terdampak debu vulkanik sehingga mengganggu operasional penerbangan. Sebanyak lima penerbangan rute Kendari-Jakarta terdampak dengan total 635 penumpang.

Denny Ariyanto mengungkapkan, pembatalan penerbangan merupakan kondisi yang tidak diinginkan oleh pihak pengelola maupun masyarakat. Namun, keputusan tersebut harus dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan penerbangan.

“Pertama-tama yang harus saya sampaikan, permohonan maaf selaku pengelola Bandar Udara Haluoleo Kendari. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kita semua tahu ini adalah kejadian yang tidak diinginkan oleh siapa pun. Dengan adanya letusan Gunung Anak Krakatau yang menyemburkan debu vulkanik, kondisi tersebut sangat membahayakan penerbangan,” kata Denny Ariyanto.

Menurut Denny, keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional bandara. Karena itu, penerbangan yang terdampak harus dibatalkan sebagai langkah pencegahan untuk menghindari risiko terhadap penumpang maupun awak pesawat.

Penerbangan yang terdampak berasal dari sejumlah maskapai, di antaranya Pelita Air, Citilink, Batik Air, Garuda Indonesia, dan Super Air Jet. Para penumpang selanjutnya mendapatkan penanganan dari masing-masing maskapai, baik melalui penjadwalan ulang penerbangan atau reschedule, maupun pengembalian biaya tiket atau refund sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, kepastian normalisasi penerbangan rute Kendari-Jakarta masih menunggu perkembangan kondisi keselamatan penerbangan dan informasi resmi dari otoritas terkait. Keselamatan penumpang dan awak pesawat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional penerbangan. (Muh. Giyan, Muh Tasbir, Andi Ilham – UHO)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....