KKA Posko 27 UMK Edukasi Masyarakat Taubonto
- 07 Sep 2026 20:36 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Sebanyak 13 mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) Posko 27 melaksanakan rangkaian program pengabdian masyarakat di Kelurahan Taubonto, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana.
Selama periode 3 Agustus hingga 3 September 2026, mahasiswa menghadirkan berbagai kegiatan yang diarahkan untuk memberikan edukasi, mendorong partisipasi masyarakat, serta membantu pemanfaatan potensi lokal secara lebih produktif.
Berbagai program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pemerintah kelurahan, masyarakat, sekolah, serta pihak terkait. Kegiatan tidak hanya berfokus pada satu bidang, tetapi menyentuh sejumlah aspek yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari pemberdayaan pelaku UMKM, kebersihan lingkungan, pemanfaatan lahan, kesehatan, pendidikan, hingga penyediaan sarana informasi wilayah.
Salah satu program yang menjadi bagian penting dalam rangkaian pengabdian tersebut adalah sosialisasi digital payment bagi pelaku UMKM. Mahasiswa memberikan pemahaman mengenai manfaat pembayaran digital dalam mendukung transaksi yang lebih praktis dan mengikuti perkembangan teknologi.
Program tersebut juga dilanjutkan dengan observasi serta tindak lanjut kepada pelaku UMKM yang akan menggunakan QRIS dalam aktivitas usahanya. Langkah ini menjadi bentuk upaya mahasiswa untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital yang dapat diterapkan secara langsung dalam kegiatan ekonomi masyarakat.
Selain pemberdayaan ekonomi, mahasiswa KKA Posko 27 turut mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan melalui kegiatan kerja bakti sosial yang dilaksanakan secara bertahap di sejumlah lokasi, antara lain lapangan voli, masjid, Rumah Adat Moronene, posyandu, taman kelurahan, lingkungan kelurahan, hingga Kantor Camat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa bersama masyarakat membersihkan berbagai fasilitas umum sekaligus membangun semangat kebersamaan dan gotong royong.
Selain itu Potensi pertanian yang menjadi salah satu sektor utama masyarakat Taubonto turut menjadi perhatian mahasiswa.
Melalui program Agromonopolitan, mahasiswa melakukan penanaman bayam, kangkung, dan cabai pada lahan yang telah dipersiapkan. Kegiatan yang dilaksanakan pada 19 Agustus 2026 tersebut merupakan salah satu bentuk dorongan terhadap pemanfaatan lahan secara produktif. Proses kegiatan dilakukan secara bersama-sama, mulai dari persiapan lahan hingga penanaman bibit.
Lalu inovasi lain yang juga dilakukan, dengan memberikan Edukasi Kesehatan dimana mahasiswa KKA Posko 27 berkolaborasi dengan pihak puskesmas melaksanakan sosialisasi pencegahan penyakit TBC di SMAN 11 Bombana.
Kegiatan yang berlangsung pada 27 Agustus 2026 tersebut memberikan edukasi kepada peserta didik mengenai penyakit TBC, pentingnya menjaga kesehatan, serta upaya pencegahan.
Sementara di bidang pendidikan, mahasiswa melaksanakan edukasi penggunaan gadget secara bijak di SMPN 06 Rarowatu. Para siswa diberikan pemahaman mengenai penggunaan gadget secara positif sehingga teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar.
Tidak berhenti di sana, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menabung sejak dini kepada siswa SDN 02 Taubonto. Kegiatan tersebut dipadukan dengan praktik membuat tabungan dari bahan bekas yang masih dapat dimanfaatkan.
Program KKA Posko 27 juga menyentuh aspek administrasi dan informasi masyarakat melalui pembentukan dan penataan struktur organisasi Kelurahan Taubonto serta pembuatan papan batas dusun.
Struktur organisasi kelurahan yang telah disusun kemudian dicetak dan dipasang dalam bentuk bingkai sebagai media informasi bagi masyarakat. Sementara papan batas dusun dibuat untuk membantu memberikan informasi dan memudahkan masyarakat mengenali batas wilayah.
“Kami Tidak Hanya Ingin Datang dan Pergi, Bagi kami, KKA bukan hanya tentang menyelesaikan program kerja. Yang paling penting adalah bagaimana kehadiran mahasiswa dapat memberikan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat. Kami juga banyak belajar dari masyarakat, terutama tentang kerja sama, gotong royong, dan bagaimana melihat kebutuhan masyarakat secara langsung.” ujar Salah satu Mahasiswa KKA Posko 27, Nela Aswari.
Bagi mahasiswa, berakhirnya masa KKA bukan berarti berakhir pula nilai dari program yang telah dijalankan. Laporan akhir Posko 27 menekankan pentingnya keberlanjutan program agar manfaat yang telah dihasilkan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Pemerintah kelurahan dan masyarakat diharapkan dapat menjaga serta memanfaatkan hasil program seperti struktur organisasi, papan edukasi sampah, papan batas dusun, dan lahan budidaya tanaman. Sementara berbagai edukasi yang telah diberikan diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus belajar berinteraksi secara langsung dengan masyarakat.
Dengan menggabungkan edukasi, pemberdayaan, gotong royong, dan pemanfaatan potensi lokal, KKA Posko 27 UMK berupaya menjadikan pengabdian bukan sekadar agenda akademik, melainkan ruang kolaborasi yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....