Lingkungan Belajar Ramah Anak Autisme

  • 07 Sep 2026 09:04 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari- Mewujudkan lingkungan belajar yang ramah bagi anak autisme menjadi salah satu perhatian penting dalam pelaksanaan pendidikan inklusif. Hal tersebut dibahas dalam program Ruang Disabilitas Pro 1 pada Sabtu, 5 September 2026, yang dipandu penyiar Yudha.

Program tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Hj. Suhaeny, SE, M.Pd., Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Tanjung Niasari, Praktisi Pendidikan, serta Pamela Davis, Psikolog dari Australia.

Dalam pembahasan, lingkungan belajar yang ramah anak autisme tidak hanya berkaitan dengan fasilitas sekolah, tetapi juga mencakup suasana belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan mampu menghargai perbedaan setiap peserta didik.

Anak autisme memiliki karakteristik dan kebutuhan yang beragam. Karena itu, sekolah perlu memberikan penyesuaian dalam proses pembelajaran, mulai dari cara guru menyampaikan materi, penggunaan media pembelajaran, pengaturan lingkungan kelas, hingga pola interaksi dengan peserta didik.

Guru juga memiliki peran penting dalam menciptakan suasana kelas yang positif. Pendekatan yang sabar, konsisten, dan sesuai dengan kebutuhan anak dapat membantu peserta didik autisme mengikuti proses pembelajaran dengan lebih baik.

Sementara itu, dukungan teman sebaya menjadi bagian yang tidak kalah penting. Lingkungan pertemanan yang menerima keberagaman dapat membantu anak autisme merasa diterima dan memiliki kesempatan untuk berinteraksi serta mengembangkan kemampuan sosialnya.

Dari sisi psikologis, pemahaman terhadap kebutuhan individual anak juga diperlukan. Pendekatan yang tepat dapat membantu mengurangi tekanan dalam proses belajar sekaligus memberikan ruang bagi anak untuk menunjukkan kemampuan dan potensinya.

Kehadiran pemerintah, praktisi pendidikan, dan psikolog dalam diskusi tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan inklusif membutuhkan kerja sama lintas bidang. Sekolah, keluarga, pemerintah, tenaga pendidik, serta masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih ramah bagi anak autisme.

Hj. Suhaeny memberikan perspektif dari sisi kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan di Sulawesi Tenggara. Tanjung Niasari memberikan pandangan dari pengalaman sebagai praktisi pendidikan, sementara Pamela Davis memberikan perspektif psikologis mengenai kebutuhan anak autisme dalam lingkungan belajar.

Dipandu Yudha, diskusi dalam Ruang Disabilitas Pro 1 menjadi ruang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan lingkungan belajar yang mendukung.

Membangun sekolah yang ramah autisme pada akhirnya bukan hanya tentang menyediakan fasilitas khusus. Lebih dari itu, diperlukan perubahan cara pandang agar perbedaan diterima sebagai bagian dari keberagaman, sehingga anak autisme dapat belajar, berinteraksi, mengembangkan potensi, dan tumbuh dengan percaya diri bersama lingkungan sebayanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....