Dukungan Teman Sebaya Bagi Autisme

  • 07 Sep 2026 09:02 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Dukungan teman sebaya menjadi salah satu faktor penting dalam membantu anak autisme beradaptasi dan berinteraksi di lingkungan sekolah. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program Ruang Disabilitas Pro 1 pada Sabtu, 5 September 2026, bersama Pamela Davis, psikolog dari Australia.

Dalam pendidikan inklusif, anak autisme membutuhkan lingkungan yang dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan diterima. Dukungan tersebut tidak hanya datang dari guru maupun keluarga, tetapi juga dari teman-teman di lingkungan sekolah.

Teman sebaya dapat membantu anak autisme melalui interaksi sederhana dalam kegiatan sehari-hari. Mengajak berkomunikasi, bermain bersama, mengikuti kegiatan kelas, hingga memberikan kesempatan untuk berpartisipasi merupakan bentuk dukungan yang dapat membantu membangun keterampilan sosial anak.

Menurut perspektif psikologi pendidikan, penerimaan dari lingkungan pertemanan juga dapat membantu anak merasa menjadi bagian dari komunitas sekolah. Interaksi positif yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan pengalaman sosial yang berharga bagi anak autisme.

Namun, dukungan teman sebaya perlu dibangun dengan pemahaman yang tepat. Anak-anak perlu diberikan pengetahuan bahwa autisme merupakan kondisi yang membuat seseorang memiliki cara berkomunikasi, berinteraksi, dan merespons lingkungan yang mungkin berbeda. Perbedaan tersebut perlu dihargai, bukan menjadi alasan untuk melakukan pengucilan maupun perundungan.

Guru memiliki peran penting dalam menciptakan interaksi yang positif antarsiswa. Dengan memberikan pemahaman mengenai keberagaman dan membangun kegiatan yang melibatkan seluruh peserta didik, sekolah dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.

Dalam program Ruang Disabilitas Pro 1, Pamela Davis turut memberikan perspektif mengenai pentingnya dukungan sosial bagi anak autisme, khususnya dalam membangun hubungan yang positif dengan teman sebaya.

Pembahasan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa keberhasilan pendidikan inklusif membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Teman sebaya pun dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah, terbuka, dan bebas diskriminasi bagi anak autisme.

Dengan dukungan yang tepat dari teman, guru, keluarga, dan lingkungan sekolah, anak autisme memiliki kesempatan lebih besar untuk berinteraksi, mengembangkan kemampuan sosial, serta mengikuti proses pendidikan sesuai dengan potensi dan kebutuhannya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....