Ruangguru Ditantang Tembus Pulau-Pulau Terluar di Wakatobi
- 31 Agt 2026 21:17 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Kehadiran Ruangguru di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), tidak ingin sekadar menjadi ekspansi bisnis di pusat daerah.
Pemerintah Kabupaten Wakatobi meminta platform pendidikan berbasis teknologi itu benar-benar membuka akses pembelajaran hingga ke pulau-pulau terluar.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Wakatobi Haliana melalui Wakil Bupati Wakatobi Safia Wualo dalam sambutannya pada Grand Opening Ruangguru di Kecamatan Wangwangi Selatan, Jumat 28 Agustus 2026.
Disampaikan Wakul Bupati Wakatobi Safia Wualo kehadiran Ruangguru menjadi momentum untuk menjawab persoalan klasik pendidikan di daerah kepulauan, mulai dari jarak antarpulau, keterbatasan fasilitas hingga kesenjangan akses informasi.
“Jangan hanya hadir di pusat Kecamatan, tetapi jangkau pula pulau-pulau terluar kita,” ujarnya
Safia Wualo mengungkapkan, teknologi pendidikan dapat menjadi jembatan untuk memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak di wilayah yang selama ini menghadapi kendala geografis.
Melalui platform digital, siswa dapat mengakses materi pembelajaran, ribuan bank soal serta bimbingan dari pendidik tanpa dibatasi tempat dan waktu.
"Karena itu, Pemkab Wakatobi meminta Ruangguru tidak hanya membawa layanan pendidikan digital, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat lokal," harapnya.
Salah satunya dengan melibatkan tenaga pendidik lokal dan memberdayakan putra-putri Wakatobi sebagai tenaga pengajar maupun staf. Langkah itu dinilai dapat membuat manfaat kehadiran Ruangguru dirasakan tidak hanya dalam aspek pendidikan, tetapi juga ekonomi masyarakat.
"Dukungan terhadap Ruangguru sejalan dengan visi daerah mewujudkan Wakatobi Cerdas dan Wakatobi Maju melalui pemanfaatan teknologi digital. Teknologi pendidikan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dan tuntutan zaman,” katanya.
Lebih lanjut Safia Wualo menjelaskan, teknologi tetap harus ditempatkan sebagai mitra guru. Kepada para pendidik dan sekolah, pemerintah meminta Ruangguru dimanfaatkan sebagai pelengkap pembelajaran, bukan menggantikan peran guru.
"Kolaborasi antara pengalaman guru di ruang kelas dan teknologi digital diharapkan mampu memperkaya metode pembelajaran serta memperkuat pemahaman siswa," harapnya.
Sementara kepada para siswa Wakatobi ia berpesan agar kesempatan tersebut dimanfaatkan secara maksimal. Untuk memastikan program pendidikan berjalan berkelanjutan, lanjut Safia Wualo, Pemkab Wakatobi juga mendorong sinergi antara Dinas Pendidikan, sekolah, orang tua dan Ruangguru dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif.
"Kondisi geografis tidak boleh menjadi alasan bagi anak-anak Wakatobi untuk membatasi cita-cita. Harus didorong memiliki kemampuan bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.
"Kami berharap kehadiran platform pendidikan ini menjadi titik awal lahirnya generasi Wakatobi yang lebih cerdas, berdaya saing dan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih luas," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....