Kwartir Ranting Pramuka Konawe Perkuat Organisasi Dukung Pembangunan
- 31 Agt 2026 15:12 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari — Tercatat Tujuh Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Kabupaten Konawe telah resmi dikukuhkan untuk masa bakti 2026–2029. Pengukuhan ini menjadi langkah awal memperkuat struktur organisasi sekaligus meningkatkan peran Pramuka dalam mendukung pembangunan dan pengabdian kepada masyarakat.
Ke Tujuh kecamatan yang kepengurusannya telah dikukuhkan meliputi Morosi, Sampara, Bondoala, Anggalomoare, Soropia, Lalonggasumeeto, dan Kapoiala. Langkah ini diharapkan memperkuat koordinasi antar-kwartir serta membangkitkan kembali berbagai kegiatan kepramukaan di wilayah-wilayah tersebut.
Wakil Bupati Konawe sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Konawe, H. Syamsul Ibrahim, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremonial, melainkan awal perluasan semangat pengabdian Pramuka yang harus bersinergi langsung dengan pemerintah daerah.
“Gerakan Pramuka harus menjadi wadah pengabdian nyata yang tidak hanya bergerak di kegiatan organisasi, tetapi turut serta mendukung pembangunan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Syamsul Ibrahim
Syamsul menekankan , kepengurusan yang baru berdiri harus dibangun dalam suasana kekeluargaan, keterbukaan, serta komunikasi yang erat. Ia mengingatkan seluruh anggota agar tidak hanya menunggu instruksi atau surat keputusan untuk bergerak.
“Kalau sudah tahu dan punya waktu luang, langsung merapat dan berbuat. Itulah Pramuka. Jangan menunggu surat keputusan ketika masyarakat membutuhkan bantuan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh pengurus dan anggota tetap menjaga ketulusan dan keikhlasan dalam berkarya. Gerakan Pramuka bukan tempat mencari keuntungan pribadi, melainkan wadah untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan kepedulian, dan menebarkan semangat pengabdian yang tulus.
Di akhir penyampaiannya, Syamsul juga mengingatkan seluruh jajaran dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan yang meningkat di tengah musim kemarau. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena kondisi tanah yang kering dapat memicu kebakaran yang meluas dan sulit dikendalikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....