Belanja Daerah Sultra Diproyeksikan Naik 9,16 Persen pada 2026

  • 27 Agt 2026 19:17 WIB
  •  Kendari
Poin Utama
  • Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengusulkan perubahan kebijakan pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah dalam Rancangan Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026.
  • Rancangan perubahan kebijakan anggaran daerah disampaikan oleh Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka dalam Rapat Paripurna DPRD Sultra pada Rabu malam, 26 Agustus 2026.
  • Pendapatan daerah Sultra diproyeksikan mengalami kenaikan sebesar 5,11 persen dibandingkan dengan kebijakan anggaran sebelumnya menurut perubahan kebijakan yang diusulkan.

RRI.CO.ID, Kendari - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengusulkan sejumlah perubahan kebijakan pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah dalam Rancangan Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026 yang disampaikan Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka dalam Rapat Paripurna DPRD Sultra, Rabu malam (26/8/2026).

Dalam perubahan tersebut, pendapatan daerah Sultra diproyeksikan mengalami kenaikan sebesar 5,11 persen dibandingkan kebijakan anggaran sebelumnya.

Sementara itu, belanja daerah mengalami peningkatan sebesar 9,16 persen yang disesuaikan dengan perubahan pendapatan serta kebutuhan pembiayaan berbagai program pembangunan daerah.

Gubernur Andi Sumangerukka menjelaskan, perubahan belanja juga berkaitan dengan penghematan belanja kebutuhan serta pergeseran belanja untuk pembiayaan pekerjaan yang telah diselesaikan pada Tahun Anggaran 2025.

Secara umum, kebijakan belanja daerah tetap diarahkan untuk mendukung pelaksanaan program dan sasaran prioritas pembangunan yang tercantum dalam Perubahan RKPD Provinsi Sultra Tahun 2026.

Selain pendapatan dan belanja, pemerintah daerah juga melakukan penyesuaian terhadap kebijakan pembiayaan daerah sebagai bagian dari perubahan struktur APBD Tahun Anggaran 2026.

Gubernur meminta seluruh perangkat daerah memperbaiki sistem pelaporan keuangan dan meningkatkan daya serap anggaran agar realisasi kegiatan tidak menumpuk pada akhir tahun.

“Mari kita terus bersinergi dalam mendorong percepatan pembangunan daerah untuk mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius,” ujar Andi Sumangerukka.

Menurutnya, pengelolaan anggaran yang lebih efektif dan efisien diperlukan agar pelaksanaan program pemerintah dapat berjalan sesuai target serta mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Sulawesi Tenggara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....