Gubernur Sultra Serahkan Sarana Mitigasi Bencana ke Tiga Daerah
- 26 Agt 2026 15:02 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka menyerahkan dukungan sarana mitigasi dan logistik penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan kepada tiga pemerintah daerah.
Bantuan tersebut diserahkan kepada Bupati Bombana, Bupati Muna Barat dan Bupati Buton Utara dalam rangkaian Apel Siaga dan Simulasi Penanggulangan Bencana Karhutla dan Kekeringan Provinsi Sultra Tahun 2026 di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Rabu (26 Agustus 2026).
Penyerahan dukungan sarana tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sultra memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana, terutama menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung September hingga Oktober 2026.
Andi Sumangerukka mengatakan kesiapan menghadapi bencana harus didukung sarana dan logistik yang memadai. Peralatan yang tersedia di daerah diharapkan dapat mempercepat penanganan ketika terjadi kondisi darurat.
Menurutnya, bantuan tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung upaya mitigasi serta penanganan bencana di wilayah masing-masing.
Selain dukungan peralatan, gubernur meminta pemerintah kabupaten memperkuat koordinasi dengan BPBD dan instansi terkait. Kesiapan personel, sarana, logistik serta sistem komunikasi perlu dipastikan agar respons terhadap bencana dapat dilakukan secara cepat.
Berdasarkan Kajian Risiko Bencana Provinsi Sultra Tahun 2022–2026, tujuh kabupaten/kota berada pada tingkat risiko tinggi Karhutla, sementara seluruh kabupaten/kota di Sultra memiliki tingkat risiko tinggi terhadap bencana kekeringan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk meningkatkan langkah pencegahan, termasuk memastikan ketersediaan sumber air alternatif dan sarana pendukung bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.
Gubernur juga mengingatkan agar kesiapsiagaan bencana tidak hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial. Setiap pemerintah daerah harus memiliki perencanaan berbasis data serta dukungan anggaran, personel dan material yang cukup.
“Betul-betul kita siap untuk menghadapi bencana. Ada data, maka dengan data itu kita bisa melakukan langkah-langkah,” ujarnya.
Penyerahan sarana mitigasi dan logistik tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan Bombana, Muna Barat dan Buton Utara dalam menghadapi potensi Karhutla dan kekeringan sekaligus meningkatkan kecepatan respons apabila bencana terjadi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi penanganan bencana yang melibatkan personel gabungan TNI, Polri, BPBD dan perangkat daerah terkait.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....