Bupati Konsel: Maulid Nabi Momentum Perkuat Akhlak Bangun Daerah

  • 26 Agt 2026 12:19 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kabupaten Konawe Selatan tidak sekadar menjadi momentum mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat nilai keteladanan dalam kehidupan masyarakat.

Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan empat sifat utama Rasulullah sebagai fondasi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan pembangunan daerah.

Empat sifat tersebut yakni shiddiq yang berarti jujur, amanah atau dapat dipercaya, tabligh atau menyampaikan kebenaran, serta fathanah yang berarti cerdas. Nilai-nilai itu dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk akhlakul karimah masyarakat dan aparatur pemerintahan.

Hal tersebut disampaikan Irham saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan bersama Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) di Rumah Jabatan Bupati Konawe Selatan, Selasa 25 Agustus 2026.

“Rasulullah merupakan teladan sempurna dengan empat sifat utama, yakni shiddiq, amanah, tabligh dan fathanah. Semuanya bermuara pada akhlakul karimah. Karena itu, nilai-nilai tersebut harus kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dipahami sebagai bagian dari sejarah keteladanan Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Menurut Irham, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan program dan kebijakan pemerintah. Kemajuan Konawe Selatan juga membutuhkan karakter masyarakat dan aparatur yang mampu menjalankan tanggung jawab dengan kejujuran, dapat dipercaya, terbuka dalam menyampaikan informasi serta memiliki kecerdasan dalam mengambil keputusan.

Irham menilai penerapan sifat Rasulullah dapat menjadi pedoman dalam membangun hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat. Kejujuran diperlukan dalam menjalankan amanah, sementara komunikasi dan kecerdasan menjadi bagian penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.

Karena itu, Irham mengajak masyarakat tidak menjadikan peringatan Maulid hanya sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut diharapkan dapat mendorong setiap orang untuk mengambil nilai keteladanan Rasulullah dan menerapkannya dalam keluarga, lingkungan sosial maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Kalau nilai shiddiq, amanah, tabligh dan fathanah ini benar-benar kita terapkan, insyaallah akan membentuk masyarakat yang memiliki akhlak baik dan mampu saling menghargai. Nilai itu juga sangat relevan dengan pembangunan daerah, karena pemerintah membutuhkan aparatur yang amanah dan masyarakat yang jujur, cerdas serta mampu menjaga persaudaraan,” katanya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Konawe Selatan mengusung tema “RAHMAT SETARA: Rasulullah Teladan, Akhlak Landasan Harmoni, Persaudaraan Membangun Masyarakat Sehat, Cerdas, Sejahtera.”

Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai berbusana Islami yang melibatkan perwakilan dari 25 kecamatan serta sejumlah kelurahan. Ribuan pengurus BKMT dari tingkat desa hingga kabupaten turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Selain jajaran pemerintah daerah, kegiatan juga dihadiri pengurus PCNU, Majelis Ulama Indonesia (MUI), tokoh agama serta berbagai organisasi kemasyarakatan. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperkuat pesan Maulid sebagai momentum membangun persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Konawe Selatan.

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan berharap nilai akhlakul karimah semakin menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Keteladanan Rasulullah diharapkan tidak berhenti dalam peringatan, tetapi dapat diwujudkan melalui sikap jujur, amanah, komunikatif dan cerdas untuk mendukung terwujudnya Konawe Selatan yang sehat, cerdas dan sejahtera.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....