BPBD Kendari Petakan Wilayah Rawan Karhutla dan Kekeringan

  • 25 Agt 2026 21:38 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan selama musim kemarau 2026.

Pemetaan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi Pemerintah Kota Kendari menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi kering yang diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober mendatang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, mengatakan sejumlah wilayah memiliki tingkat kerawanan berbeda, baik terhadap kebakaran lahan maupun keterbatasan ketersediaan air.

Untuk potensi karhutla, wilayah yang menjadi perhatian antara lain Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu, kawasan sekitar THR atau P2ID serta sebagian wilayah Kecamatan Baruga.

Selain itu, Kelurahan Anduonohu dan Anggoeya di Kecamatan Poasia juga masuk dalam wilayah yang perlu mendapat perhatian selama kondisi cuaca kering.

“Bencana kebakaran ini paling banyak terjadi di wilayah yang lahan kosongnya masih banyak. Karena itu, kami terus melakukan pemantauan dan pendataan terhadap wilayah yang memiliki potensi terjadi kebakaran selama musim kemarau,” ujarnya, Selasa 25 Agustus 2026.

Menurutnya, keberadaan lahan kosong dengan vegetasi yang mengering dapat meningkatkan potensi muncul dan meluasnya kebakaran apabila terdapat sumber api.

Sementara untuk ancaman kekeringan, BPBD mencatat sejumlah wilayah yang kerap mengandalkan sumber air dari kawasan pegunungan maupun pesisir juga perlu mendapat perhatian.

Wilayah tersebut antara lain Kelurahan Tondonggeu dan Anggalomelai di Kecamatan Abeli. Kemudian kawasan Tahura Nipa-Nipa serta Kelurahan Sanua dan Sodoha di Kecamatan Kendari Barat.

Cornelius mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan kondisi lapangan untuk mengetahui kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan apakah sudah terdapat warga yang mengalami dampak kekeringan.

“Saat ini anggota saya sementara melakukan pendataan, melihat kondisinya seperti apa. Sejauh ini belum ada laporan dari masyarakat, tetapi pemantauan tetap dilakukan karena kita perlu mengetahui lebih awal wilayah mana yang membutuhkan penanganan,” tambahnya.

Selain melakukan pemetaan, BPBD Kendari juga menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi kesulitan air bersih di wilayah yang terdampak kekeringan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....