Waspadai ISPA hingga Dehidrasi di Musim Kemarau
- 25 Agt 2026 21:40 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Musim kemarau tidak hanya ditandai dengan cuaca panas dan berkurangnya curah hujan. Kondisi udara yang lebih kering juga dapat membuat tubuh lebih mudah mengalami sejumlah gangguan kesehatan jika tidak diimbangi dengan pola hidup yang baik.
Salah satu keluhan yang cukup sering muncul saat musim kemarau adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Debu dan udara kering dapat mengganggu saluran pernapasan, terutama bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Gejala ISPA umumnya dapat berupa batuk, pilek dan demam. Pada kondisi tertentu, gangguan pernapasan dapat menjadi lebih berat sehingga perlu mendapatkan pemeriksaan medis. Kementerian Kesehatan mencatat ISPA menjadi salah satu penyakit dengan jumlah laporan kasus tinggi dalam sistem surveilans kesehatan nasional pada 2026.
Selain ISPA, diare juga perlu diwaspadai ketika musim kemarau. Berkurangnya ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah dapat membuat masyarakat harus lebih memperhatikan kebersihan air, makanan dan peralatan yang digunakan sehari-hari.
Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan menggunakan sabun, memastikan makanan dan minuman tetap bersih serta menggunakan air yang aman untuk dikonsumsi dapat membantu mengurangi risiko gangguan pencernaan.
Cuaca panas juga membuat tubuh lebih banyak kehilangan cairan melalui keringat. Jika kebutuhan cairan tidak tercukupi, seseorang dapat mengalami dehidrasi yang ditandai antara lain dengan rasa haus berlebihan, tubuh lemas, pusing atau mulut terasa kering.
Karena itu, minum air secara cukup menjadi salah satu kebiasaan penting selama musim kemarau. Masyarakat juga sebaiknya tidak menunggu sampai merasa sangat haus untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Aktivitas di luar ruangan juga perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca. Jika memungkinkan, kegiatan yang membutuhkan paparan langsung terhadap matahari dapat dilakukan pada waktu yang tidak terlalu panas, terutama bagi anak-anak, lansia dan orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Paparan debu selama musim kemarau juga perlu diperhatikan. Jalanan yang kering dan berdebu dapat membuat partikel lebih mudah beterbangan dan masuk ke saluran pernapasan.
Menggunakan masker ketika berada di lingkungan berdebu dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi paparan. Rumah juga sebaiknya tetap dijaga kebersihannya dengan membersihkan debu secara rutin.
Selain menjaga kesehatan tubuh, masyarakat perlu memperhatikan kebersihan lingkungan. Sampah sebaiknya tidak dibakar karena asapnya dapat menambah polusi udara dan mengganggu pernapasan.
Kebiasaan menjaga kebersihan tangan, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup dan memenuhi kebutuhan air merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.
Masyarakat juga perlu mengenali kondisi tubuh masing-masing. Jika keluhan seperti demam, batuk, sesak, diare atau tanda dehidrasi berlangsung dan semakin berat, pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan sebaiknya tidak ditunda.
Musim kemarau bukan alasan untuk mengurangi aktivitas, tetapi menjadi momentum untuk lebih memperhatikan kondisi tubuh dan lingkungan. Dengan kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan nyaman sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan selama cuaca panas dan kering.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....