Kendari Jadi Daerah Berpenduduk Terbanyak di Sultra

  • 25 Agt 2026 21:42 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Kota Kendari menjadi daerah dengan jumlah penduduk terbanyak di Sulawesi Tenggara berdasarkan data kependudukan Semester I 2026 yang dirilis Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Sultra.

Data tersebut menunjukkan jumlah penduduk Kota Kendari mencapai 380.800 jiwa, terdiri atas 191.290 laki-laki dan 189.510 perempuan.

Sementara itu, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) tercatat sebagai daerah dengan jumlah penduduk paling sedikit di Sultra, yakni sebanyak 45.756 jiwa.

Jumlah tersebut terdiri atas 23.155 penduduk laki-laki dan 22.601 perempuan. Selisih jumlah penduduk antara Kendari dan Konkep mencapai lebih dari 335 ribu jiwa.

Data kependudukan Semester I 2026 tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) dan rilis data kependudukan yang dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama pemanfaatan data kependudukan.

Kepala Dinas Dukcapil Sultra, Burhanuddin, mengatakan data yang dirilis merupakan data resmi kependudukan yang diharapkan dapat digunakan sebagai rujukan dalam penyusunan berbagai kebijakan pemerintah.

“Data yang kita rilis ini adalah data resmi. Kita berharap data ini akurat sehingga kebijakan yang dihasilkan juga tepat. Karena itu, data kependudukan harus terus dijaga kualitasnya agar dapat menggambarkan kondisi masyarakat secara nyata dan menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan,” ujarnya Senin, 24 Agustus 2026.

Menurutnya, data kependudukan memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan daerah. Informasi mengenai jumlah dan karakteristik penduduk dibutuhkan pemerintah untuk menyusun program yang sesuai dengan kondisi masyarakat.

Data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan pelayanan publik. Semakin akurat data yang digunakan, semakin besar peluang pemerintah menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran.

Burhanuddin menilai kualitas data kependudukan tidak hanya berkaitan dengan jumlah penduduk, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung berbagai sektor pemerintahan.

“Dari kebijakan yang tepat akan menghasilkan pelayanan yang berkualitas. Ini penting supaya daerah kita lebih maju ke depan. Data kependudukan harus benar-benar dimanfaatkan oleh pemerintah dan pihak terkait karena banyak program pelayanan yang membutuhkan data yang akurat,”tambahnya.

Pemanfaatan data kependudukan juga diperlukan untuk mendukung perencanaan pembangunan di berbagai wilayah. Perbedaan jumlah penduduk antardaerah dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kebutuhan fasilitas maupun pelayanan masyarakat.

Kota Kendari sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar memiliki kebutuhan pelayanan yang sejalan dengan jumlah masyarakat yang dilayani. Sementara wilayah dengan jumlah penduduk lebih sedikit juga membutuhkan kebijakan yang disesuaikan dengan karakteristik dan kondisi masing-masing daerah.

Melalui rilis data Semester I 2026 tersebut, Dukcapil Sultra mendorong agar data kependudukan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.

Kerja sama pemanfaatan data yang turut ditandatangani dalam kegiatan tersebut diharapkan semakin memperluas penggunaan data resmi kependudukan. Dengan basis data yang akurat dan mutakhir, penyusunan kebijakan serta pelayanan publik di Sulawesi Tenggara diharapkan semakin tepat sasaran.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....