Pemprov Sultra Masifkan Gerakan Pangan Murah untuk Kendalikan Inflasi

  • 24 Agt 2026 14:13 WIB
  •  Kendari
Poin Utama
  • Pemerintah Sulawesi Tenggara melalui Dinas Ketahanan Pangan memasifkan Gerakan Pangan Murah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.
  • Program ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi di tingkat provincial dengan fokus pada ketersediaan pangan yang terjangkau bagi masyarakat.
  • Kegiatan Gerakan Pangan Murah diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kendari pada tanggal 24 Agustus 2026.

RRI.CO.ID, Kendari - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Ketahanan Pangan terus memasifkan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.

Kegiatan GPM dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung di Pelataran Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Senin (24/8/2026).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra Aris Sismanto mengatakan GPM merupakan upaya pemerintah memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

“Tujuan Gerakan Pangan Murah ini untuk menstabilkan harga, untuk keterjangkauan harga, dan tentunya untuk memperkuat ketersediaan pasokan pangan kita,” ujar Aris.

Ia menjelaskan, pemerintah mempertemukan masyarakat dengan produsen dan distributor sehingga mata rantai distribusi dapat dipangkas dan harga pangan menjadi lebih rendah.

“Dengan Gerakan Pangan Murah ini mata rantai itu kita pangkas sehingga masyarakat kita bisa menikmati harga dari distributor,” jelasnya.

Aris menyebutkan, hingga 24 Agustus 2026, GPM telah dilaksanakan sebanyak 218 kali di Sulawesi Tenggara dan akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Menurutnya, inflasi Sultra periode Januari hingga Juli 2026 menunjukkan tren penurunan, namun berdasarkan rilis Juli 2026 masih tercatat 3,43 persen dengan kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terhadap inflasi.

Aris mengatakan pelaksanaan GPM akan diperluas hingga wilayah pelosok dan kepulauan untuk mengatasi tantangan distribusi pangan akibat kondisi geografis Sulawesi Tenggara.

“Bapak Gubernur terus akan memasifkan Gerakan Pangan Murah ini sehingga masyarakat kita yang ada di pelosok dan juga di kepulauan bisa menikmati harga yang sama dengan yang ada di Kota Kendari,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau, di antaranya beras premium 10 kilogram Rp155.000, beras SPHP 5 kilogram Rp56.000, minyak goreng 1 liter Rp20.000, gula pasir 1 kilogram Rp17.500, telur ayam Rp48.000, bawang merah Rp30.000 per kilogram, dan bawang putih Rp40.000 per kilogram.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....