Tenun Sultra Tampil di Ajang Karya Kreatif Indonesia 2026

  • 24 Agt 2026 13:56 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Sejumlah UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) membawa produk unggulan daerah ke ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta.

Keikutsertaan tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM Sultra memperkenalkan kekayaan produk lokal sekaligus membuka akses pasar dan jaringan usaha yang lebih luas di tingkat nasional hingga global.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sultra, Edwin Permadi, mengatakan kehadiran UMKM Sultra dalam ajang berskala nasional menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing produk daerah.

“Kehadiran UMKM Sultra pada ajang berskala nasional ini tidak hanya menjadi sarana mengenalkan keunikan produk daerah, tetapi juga membuka peluang membangun jejaring, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kualitas dan inovasi produk. Kami berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperkenalkan produknya sekaligus membuka peluang kerja sama baru,” ujarnya, akhir pekan lalu

Pada kategori wastra, Sultra menampilkan sejumlah produk tenun unggulan yang diwakili Annisa Tenun Masalili, Sultra Tenun dan Tenun Buton. Produk tersebut membawa kekayaan tradisi tekstil Sultra ke hadapan pasar yang lebih luas.

Keikutsertaan produk wastra Sultra juga diperkuat melalui Fashion Wastra KKI 2026 bertajuk “Romansa Muda”. Dalam peragaan tersebut, Annisa Tenun Masalili berkolaborasi dengan desainer nasional Dery Rizkianto dan Peggy Hartanto.

Kolaborasi itu memadukan motif tradisional Sultra dengan rancangan bergaya kontemporer. Perpaduan tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan tenun daerah dalam bentuk yang lebih dekat dengan perkembangan industri fesyen saat ini.

Selain wastra, UMKM Sultra turut membawa produk kuliner dan olahan lokal. Anoa Coffee dan Arentim diperkenalkan melalui area Cangkir Nusantara yang menjadi salah satu bagian dari rangkaian KKI 2026.

Sejumlah produk olahan khas Sultra lainnya juga ikut dipamerkan, di antaranya Coklat Anoa, Bravo Mete, Saraba Al Amin, Bin Amr Food, Biwon serta produk olahan berbahan sagu dan kelapa kampung.

Edwin mengatakan keberagaman produk yang dibawa menunjukkan potensi UMKM Sultra tidak hanya bertumpu pada satu sektor. Wastra dan kuliner memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk bernilai tambah yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Potensi UMKM Sultra sangat beragam, mulai dari wastra yang memiliki kekuatan pada identitas budaya hingga produk pangan olahan yang memiliki kekhasan bahan dan cita rasa daerah. Karena itu, ruang promosi seperti KKI menjadi penting agar produk-produk tersebut semakin dikenal, sekaligus mendorong pelaku UMKM untuk terus melakukan inovasi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar,” ujarnya.

KKI 2026 mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing” dan berlangsung pada 20-23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Bank Indonesia menyebut KKI tidak hanya menjadi etalase produk UMKM, tetapi juga dirancang untuk memperkuat ekosistem usaha melalui perluasan akses pasar, pembiayaan, digitalisasi dan pengembangan kapasitas pelaku usaha.

Pelaksanaan KKI 2026 melibatkan sinergi dengan 27 kementerian/lembaga dan 34 mitra strategis. Lebih dari 550 UMKM mengikuti pameran secara luring di JICC, sementara lebih dari 1.300 UMKM berpartisipasi melalui kanal daring KKI.

KKI 2026 juga menghadirkan 44 rangkaian kegiatan, mulai dari pagelaran karya kreatif wastra, Cangkir Nusantara, temu bisnis, business matching pembiayaan dan ekspor hingga showcase UMKM unggulan. Kehadiran UMKM Sultra dalam rangkaian tersebut diharapkan tidak berhenti pada promosi, tetapi berlanjut menjadi peluang transaksi, kemitraan dan perluasan pasar produk daerah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....