Bincang Inspiratif: Dari Ruang Siaran RRI Kendari menuju Mahkamah Konstitusi
- 24 Agt 2026 06:16 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Perjalanan hidup seseorang sering kali membawa kejutan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Hal itulah yang tergambar dari kisah Ibu Elisabeth Najoan, purna tugas Kepala Biro Umum Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, yang menjadi narasumber dalam Segmen Bincang Inspiratif RRI.
Di awal perbincangan, Elisabeth mengungkapkan bahwa ketika masih muda dirinya tidak pernah membayangkan akan mengemban amanah sebagai pejabat di salah satu lembaga negara tertinggi. Bahkan, dunia yang pertama kali membesarkan namanya adalah dunia penyiaran.
Perempuan yang akrab disapa Ibu Eli ini mengawali karier sebagai penyiar RRI Kendari. Pada tahun 1986, ia mengikuti tes yang saat itu masih berada di bawah Departemen Penerangan. Dari proses seleksi tersebut, dirinya dinyatakan lulus dan mulai mengabdikan diri di RRI Kendari.
"Kalau ditanya apakah dulu saya pernah membayangkan menjadi Kepala Biro Umum Mahkamah Konstitusi, tentu tidak. Justru cita-cita dan perjalanan awal saya dimulai dari dunia penyiaran. Tahun 1986 saya mengikuti tes penerangan dan dinyatakan lulus di RRI. Dari situlah perjalanan pengabdian saya dimulai," ungkapnya.
Selama kurang lebih 18 tahun, Elisabeth mengabdikan diri di RRI Kendari. Dunia siaran menjadi sekolah kehidupan yang mengajarkannya tentang komunikasi, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan membangun relasi dengan masyarakat.
Menurutnya, setiap pengalaman yang diperoleh selama menjadi penyiar ternyata menjadi bekal berharga ketika memasuki lingkungan birokrasi yang lebih luas. Kemampuan berkomunikasi dan memahami karakter berbagai kalangan menjadi modal penting dalam perjalanan karier berikutnya.
Perjalanan kemudian membawanya hijrah ke Jakarta. Di ibu kota, berbagai tantangan baru harus dihadapi. Namun Elisabeth memilih menjadikan setiap tugas sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang.
Saat ditanya mengenai prinsip hidup yang selalu dipegang hingga mampu mencapai posisi strategis, ia menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah membatasi diri pada pekerjaan tertentu.
"Apa yang bisa dilakukan, saya kerjakan semuanya. Saya tidak memilih-milih pekerjaan. Justru dari setiap tugas itu kita belajar banyak hal," ujarnya.
Baginya, hambatan dan tantangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan hidup. Ketika menghadapi kesulitan, Elisabeth memilih untuk tidak menyerah.
"Kalau ada rintangan, saya hadapi. Saya mencari jalan keluarnya, bukan mencari alasan untuk berhenti. Saya percaya setiap masalah pasti ada solusinya selama kita mau berusaha dan berdoa," katanya.
Prinsip itulah yang mengantarkannya meniti berbagai jenjang karier hingga dipercaya menduduki jabatan Kepala Biro Umum Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.
Elisabeth juga berpesan kepada generasi muda agar tidak terlalu fokus pada jabatan yang ingin dicapai. Menurutnya, yang lebih penting adalah membangun kompetensi, menjaga integritas, dan melaksanakan setiap pekerjaan dengan sebaik-baiknya.
"Bekerjalah dengan tulus. Jangan hanya mengejar posisi. Kalau kita bekerja dengan sungguh-sungguh, kesempatan akan datang dengan sendirinya," pesannya.
Kisah Elisabeth Najoan menjadi bukti bahwa perjalanan karier tidak selalu berjalan sesuai rencana awal. Namun dengan kerja keras, kemauan belajar, dan ketekunan, seseorang dapat mencapai hal-hal besar yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....