Dari Kendari menuju Nusantara, Jejak Kepemimpinan dan Inovasi Siaran Pak Lasirama

  • 24 Agt 2026 06:24 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Perjalanan karier seseorang terkadang tidak hanya meninggalkan catatan prestasi pribadi, tetapi juga jejak perubahan yang dirasakan oleh banyak orang. Hal itulah yang tercermin dari kisah pengabdian Lasirama, pensiunan RRI yang menjadi narasumber dalam segmen Bincang Inspiratif RRI Kendari.

Puluhan tahun mengabdi di Radio Republik Indonesia telah membawanya berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia. Bukan sekadar menjalankan tugas, Lasirama turut menghadirkan berbagai inovasi program siaran yang memperkuat peran RRI sebagai media pemersatu bangsa dan sumber informasi masyarakat.

Perjalanan panjang tersebut berawal dari RRI Kendari. Sejak bergabung pada tahun 1976, Lasirama tumbuh bersama perkembangan lembaga penyiaran publik di Sulawesi Tenggara. Selama 27 tahun bertugas di Kendari, ia terlibat dalam berbagai kegiatan penyiaran, peliputan, hingga pengembangan program yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut Lasirama, masa-masa awal bekerja di RRI menjadi periode pembelajaran yang sangat berharga. Dari sana ia memahami bahwa radio bukan hanya alat penyampai informasi, tetapi juga sarana pendidikan, hiburan, dan perekat sosial bagi masyarakat.

Setelah mengabdi selama hampir tiga dekade di Kendari, Lasirama mendapat amanah untuk bertugas di sejumlah daerah lain. Perpindahan tersebut menjadi tantangan baru sekaligus kesempatan untuk menghadirkan berbagai gagasan dan inovasi dalam dunia penyiaran.

"Saya selalu melihat setiap daerah memiliki potensi yang berbeda. Karena itu, program siaran tidak bisa dibuat dengan pendekatan yang sama. Harus memahami kebutuhan masyarakat setempat sehingga program yang dibuat benar-benar dirasakan manfaatnya," ungkapnya.

Salah satu pengalaman yang paling membanggakan terjadi saat bertugas di Makassar. Di kota tersebut, Lasirama ikut menggagas program religi "Titian Ilahi". Program ini mendapat sambutan luas dari masyarakat dan menjadi salah satu program unggulan yang dikenal oleh pendengar.

Keberhasilan program tersebut bahkan mendapat perhatian pemerintah daerah. Program Titian Ilahi diresmikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan pada masa itu sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan siaran keagamaan yang edukatif dan menyejukkan.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa radio mampu menghadirkan program yang bukan hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai-nilai pendidikan dan spiritual bagi masyarakat.

Semangat menghadirkan inovasi terus dibawa Lasirama saat mendapat tugas di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau pada tahun 2007. Di wilayah perbatasan tersebut, ia kembali mengembangkan berbagai program yang disesuaikan dengan karakteristik masyarakat setempat.

Menurutnya, setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda. Karena itu, kreativitas menjadi faktor penting dalam mengembangkan siaran yang mampu menarik perhatian pendengar.

"Dalam bekerja, saya selalu berusaha mencari hal baru yang bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Program yang baik adalah program yang dekat dengan kehidupan pendengarnya," ujarnya.

Pengalaman serupa juga dirasakan saat bertugas di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Di daerah yang dikenal sebagai Negeri Seribu Masjid tersebut, Lasirama kembali berupaya menghadirkan program-program yang relevan dengan kultur masyarakat.

Perjalanan kariernya kemudian berlanjut ke Gorontalo, Jakarta, Banjarmasin, hingga Stasiun Nasional RRI Makassar. Setiap penugasan memberikan pengalaman yang berbeda sekaligus memperkaya wawasan kepemimpinannya.

Selama berkarier, Lasirama dipercaya memimpin tujuh daerah yang berbeda. Tanggung jawab tersebut tidak hanya menuntut kemampuan manajerial, tetapi juga kemampuan membangun kolaborasi, mengembangkan sumber daya manusia, dan menjaga semangat kerja tim.

Ia menilai bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh seorang pemimpin, melainkan oleh kekompakan seluruh anggota tim.

"Pemimpin tidak bisa bekerja sendiri. Yang terpenting adalah membangun kebersamaan, saling menghargai, dan memberikan ruang kepada setiap orang untuk berkembang. Ketika semua bergerak bersama, hasilnya akan jauh lebih baik," katanya.

Dalam dialog tersebut, Lasirama juga mengungkapkan bahwa prinsip disiplin, integritas, dan kejujuran menjadi fondasi utama dalam setiap tugas yang dijalankannya.

"Disiplin membuat kita konsisten. Integritas menjaga kepercayaan. Sedangkan kejujuran, keadilan, dan kebenaran merupakan nilai yang harus tetap dijunjung tinggi dalam kondisi apa pun," tegasnya.

Bagi Lasirama, tantangan terbesar seorang pekerja bukanlah perubahan zaman, melainkan bagaimana tetap menjaga nilai-nilai dasar yang menjadi pedoman dalam bekerja. Teknologi boleh berubah, metode penyiaran boleh berkembang, namun etika dan tanggung jawab kepada publik harus tetap menjadi prioritas.

Pengalaman memimpin di berbagai daerah juga membuatnya memahami pentingnya membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. Ia meyakini bahwa radio akan tetap relevan selama mampu hadir di tengah kebutuhan masyarakat dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Kini, meskipun telah memasuki masa pensiun, semangat pengabdian Lasirama tidak pernah surut. Berbagai pengalaman yang dimiliki terus dibagikan kepada generasi muda sebagai bekal untuk menghadapi tantangan masa depan.

Menutup dialog, Lasirama berpesan agar setiap orang berusaha meninggalkan jejak kebaikan di mana pun berada.

"Jadilah pribadi yang bernilai dan bermanfaat. Ketika kita mampu memberikan manfaat kepada orang lain, maka kehadiran kita akan selalu dikenang. Jabatan akan berakhir, masa tugas akan selesai, tetapi manfaat dan kebaikan yang kita tinggalkan akan terus hidup di tengah masyarakat."

Perjalanan Lasirama membuktikan bahwa kepemimpinan sejati tidak hanya diukur dari banyaknya jabatan yang pernah diemban, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan perubahan, membangun kebersamaan, serta melahirkan karya yang tetap dikenang meski masa pengabdian telah usai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....