Bincang Inspiratif Dr. Ferasari: Kesuksesan Lahir dari Proses dan Kemauan
- 24 Agt 2026 06:26 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Kesuksesan bukanlah hasil yang datang dalam semalam, melainkan buah dari proses panjang yang dijalani dengan ketekunan, semangat belajar, dan kemampuan menghadapi setiap tantangan. Pesan tersebut mengemuka dalam Segmen Bincang Inspiratif RRI Kendari yang menghadirkan Dr. Ferasari, S.Pi., M.Si., Penelaah Teknis Kebijakan Bappeda Provinsi Sulawesi Tenggara, sebagai narasumber.
Dalam dialog selama satu jam itu, Dr. Ferasari membagikan perjalanan hidup, pengalaman karier, hingga nilai-nilai yang menjadi pegangan dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara. Perbincangan tersebut mengajak pendengar memahami bahwa keberhasilan bukan hanya diukur dari jabatan yang diraih, tetapi juga dari kemampuan seseorang untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Dr. Ferasari, setiap perjalanan hidup selalu memiliki tantangan yang membentuk karakter. Proses belajar yang tidak pernah berhenti menjadi modal utama untuk menghadapi perubahan yang terus terjadi, baik dalam dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari.
"Tidak ada kesuksesan yang instan. Semua membutuhkan proses, kesabaran, kemauan belajar, dan keberanian menghadapi tantangan. Justru dari setiap proses itulah kita bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik," ungkap Dr. Ferasari.
Sebagai Penelaah Teknis Kebijakan di Bappeda Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. Ferasari menjelaskan bahwa setiap kebijakan pembangunan memerlukan perencanaan yang matang dan didukung sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, peningkatan kapasitas diri menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.
Ia menilai pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk cara berpikir, kemampuan mengambil keputusan, dan kesiapan seseorang untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Namun demikian, pendidikan formal saja tidak cukup apabila tidak dibarengi dengan kemauan untuk terus belajar dari pengalaman dan lingkungan sekitar.
"Pendidikan membuka banyak peluang, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita terus belajar sepanjang hayat. Dunia terus berubah, sehingga kita juga harus terus mengembangkan kemampuan diri," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ferasari juga berbagi pengalaman mengenai tantangan yang dihadapi sebagai perempuan yang berkarier di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi selama mampu menunjukkan kompetensi, integritas, serta komitmen terhadap pekerjaan yang diemban.
Ia mengajak perempuan untuk tidak ragu mengambil kesempatan mengembangkan diri dan terus meningkatkan kualitas kemampuan agar mampu menjadi bagian dari perubahan yang positif.
"Perempuan memiliki potensi yang luar biasa. Yang dibutuhkan adalah rasa percaya diri, kemauan untuk terus meningkatkan kapasitas, dan komitmen dalam menjalankan setiap amanah yang diberikan," ujarnya.
Selain berbicara mengenai karier, dialog juga membahas pentingnya menjaga semangat ketika menghadapi tekanan pekerjaan maupun persoalan kehidupan. Dr. Ferasari mengatakan bahwa setiap orang pasti pernah mengalami masa sulit. Namun, kondisi tersebut seharusnya menjadi momentum untuk melakukan evaluasi diri sekaligus memperkuat tekad dalam melangkah ke depan.
Menurutnya, seseorang tidak boleh mudah menyerah hanya karena menghadapi kegagalan. Justru kegagalan sering kali menjadi guru terbaik untuk memperbaiki langkah dan menemukan cara yang lebih baik dalam mencapai tujuan.
Perbincangan juga menyinggung mengenai makna kesuksesan. Dr. Ferasari menilai bahwa kesuksesan tidak semata-mata berkaitan dengan jabatan ataupun pencapaian materi. Kesuksesan sejati adalah ketika seseorang mampu memberikan manfaat bagi orang lain melalui ilmu, pekerjaan, maupun tindakan yang dilakukan setiap hari.
"Jabatan hanyalah amanah. Kesuksesan yang sesungguhnya adalah ketika apa yang kita kerjakan dapat memberikan manfaat dan membawa dampak positif bagi orang lain," tutur Dr. Ferasari.
Kepada generasi muda, ia berpesan agar tidak tergoda dengan keinginan memperoleh hasil secara instan. Menurutnya, setiap keberhasilan memerlukan proses yang panjang, kedisiplinan, dan konsistensi dalam belajar.
Ia juga berharap generasi muda mampu memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana meningkatkan pengetahuan, bukan sekadar hiburan semata. Dengan bekal kemampuan yang terus diasah, generasi muda diharapkan dapat menjadi sumber daya manusia yang siap bersaing sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan Sulawesi Tenggara.
Dalam dialog tersebut, Dr. Ferasari turut berbagi cerita singkat mengenai pengalamannya menulis buku. Aktivitas menulis dipandang sebagai salah satu cara mendokumentasikan gagasan, pengalaman, serta pengetahuan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat. Menurutnya, budaya membaca dan menulis perlu terus ditumbuhkan karena menjadi bagian penting dalam membangun tradisi berpikir kritis dan menghasilkan karya yang bermanfaat.
Menutup perbincangan, Dr. Ferasari mengajak masyarakat untuk tidak berhenti belajar, terus meningkatkan kualitas diri, serta menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk bertumbuh.
"Teruslah belajar, jangan takut memulai, dan jangan menyerah ketika menghadapi kegagalan. Selama kita memiliki kemauan untuk berkembang, selalu ada kesempatan untuk memberikan yang terbaik bagi diri sendiri, keluarga, maupun daerah yang kita cintai," pungkasnya.
Melalui Segmen Bincang Inspiratif, RRI Kendari kembali menghadirkan ruang berbagi pengalaman yang tidak hanya memperkenalkan sosok inspiratif, tetapi juga menumbuhkan optimisme bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya, menginspirasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui bidang yang ditekuni
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....