BPBD Kendari Ingatkan Warga Waspada Ancaman Kebakaran

  • 20 Agt 2026 08:34 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari mengajak masyarakat tidak hanya meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga ikut mencegah potensi bencana selama menghadapi musim kering.

Ajakan tersebut disampaikan menyusul penetapan status siaga darurat bencana hidrometeorologi kering di Kota Kendari yang berlaku dalam menghadapi potensi defisit curah hujan, kebakaran hutan dan lahan.

Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang mengatakan, upaya pencegahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana masyarakat dalam menjaga lingkungan dan menggunakan sumber daya secara bijak.

Menurutnya, kondisi kering perlu menjadi perhatian bersama karena kelalaian dalam aktivitas sehari-hari dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, terutama pada lingkungan yang mudah terbakar.

Masyarakat diminta tidak membakar sampah maupun lahan, khususnya di kawasan yang berada dalam kondisi kering. Aktivitas tersebut dapat meningkatkan risiko api menyebar apabila terjadi angin atau kondisi lingkungan yang sangat kering.

Selain itu, warga juga diingatkan untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan. Puntung rokok yang masih memiliki bara berpotensi menjadi sumber api ketika dibuang di tempat yang memiliki material mudah terbakar.

Kewaspadaan juga perlu diterapkan di lingkungan rumah. Masyarakat diminta memastikan kompor dan peralatan listrik telah dimatikan ketika meninggalkan rumah sebagai salah satu langkah mencegah terjadinya kebakaran.

Dalam menghadapi kemungkinan berkurangnya ketersediaan air, masyarakat juga diimbau menggunakan sumber daya air secara efektif dan efisien sesuai kebutuhan.

Penghematan air menjadi penting dilakukan selama periode kering karena potensi defisit curah hujan dapat memengaruhi ketersediaan sumber air yang digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

Cornelius Padang juga mengingatkan masyarakat menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak konsumsi air minum. Langkah tersebut diperlukan untuk menghindari dehidrasi selama beraktivitas dalam kondisi cuaca yang lebih kering.

Selain melakukan pencegahan secara langsung, masyarakat diminta selalu memperhatikan informasi mengenai kondisi kebencanaan dari sumber resmi. Warga juga diharapkan tidak menyebarluaskan informasi dari sumber yang tidak jelas karena dapat menimbulkan kepanikan dan keresahan.

Jika masyarakat mengetahui adanya kebakaran atau mengalami kesulitan air bersih akibat kekeringan ekstrem, laporan dapat disampaikan melalui layanan darurat resmi Call Center Pemerintah Kota Kendari 112 yang tersedia selama 24 jam.

BPBD Kendari berharap kesadaran masyarakat dalam melakukan pencegahan dapat membantu menekan risiko bencana selama periode Agustus hingga Oktober 2026. Kesiapsiagaan yang dilakukan bersama dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi kering di Kota Kendari.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....