DP3A Sultra Dorong Program Pembentukan Karakter Siswa SMA
- 20 Agt 2026 08:39 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Upaya membentuk karakter anak terus diperkuat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A PPKB) Sultra.
Salah satu langkah yang kini disiapkan yakni memperluas program pembentukan karakter ke lingkungan sekolah, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).
Program tersebut diarahkan untuk membantu membentuk pola pikir anak agar berkembang ke arah yang lebih positif. Penguatan karakter juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman bagi peserta didik.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kualitas Keluarga DP3A PPKB Sultra, Nurhajati mengatakan, pihaknya tengah menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk dapat masuk ke sekolah-sekolah SMA melalui program pembentukan karakter.
“Kami punya program pembentukan karakter. Sekarang saya sedang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk masuk ke sekolah-sekolah SMA, bagaimana membentuk kembali pola pikir anak-anak,” kata Nurhajati, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, pembentukan karakter menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan kapasitas anak. Edukasi yang diberikan tidak hanya diarahkan pada pengetahuan, tetapi juga bagaimana membangun pola pikir dan perilaku yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
Program tersebut juga diharapkan dapat membantu mencegah berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan pendidikan. Salah satunya adalah bullying yang dapat memberikan dampak terhadap perkembangan dan hubungan sosial anak.
Selain menyasar lingkungan SMA, DP3A PPKB Sultra sebelumnya juga melakukan edukasi dan sosialisasi di sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Kolaka, Muna dan Muna Barat. Edukasi dilakukan sebagai bagian dari penguatan upaya pencegahan terhadap berbagai persoalan yang melibatkan perempuan dan anak.
Sementara itu , Kepala DP3A PPKB Sultra, Rajulan mengatakan, upaya pencegahan dan penanganan persoalan perempuan serta anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani persoalan tersebut.
“Penanganan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan ini tidak bisa ditangani oleh satu dinas kami, tapi melibatkan stakeholder lainnya,” ujarnya.
Karena itu, DP3A PPKB Sultra membangun kerja sama dengan sejumlah pihak, mulai dari UPT di kabupaten dan kota, kepolisian, dinas sosial hingga instansi terkait lainnya.
Kolaborasi tersebut tidak hanya diperlukan ketika persoalan telah terjadi, tetapi juga dalam memperkuat langkah pencegahan. Edukasi dan peningkatan kapasitas menjadi bagian yang terus didorong agar anak memiliki pemahaman serta karakter yang lebih baik.
Nurhajati berharap penguatan program pembentukan kara
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....