Gubernur Sultra Ajak Generasi Muda Lanjutkan Semangat Perjuangan Pahlawan
- 17 Agt 2026 10:18 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, mengajak masyarakat menjadikan semangat perjuangan para pahlawan sebagai motivasi untuk mengisi kemerdekaan dengan karya dan kontribusi nyata.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Senin (17 Agustus 2026) tepat pukul 00.00 WITA.
Renungan suci menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung khidmat untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Komandan Korem 143/Halu Oleo, Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto, bertindak sebagai inspektur upacara. Prosesi diisi laporan Komandan Upacara, penghormatan kepada arwah pahlawan, pembacaan naskah renungan suci, mengheningkan cipta, doa, serta penghormatan terakhir.
Andi Sumangerukka menilai renungan yang dilaksanakan pada tengah malam memiliki makna khusus. Momentum tersebut mengajak seluruh peserta kembali mengingat perjuangan para pendahulu bangsa 81 tahun silam.

“Renungan suci dilaksanakan malam hari sekaligus untuk memberikan dampak psikologis, karena malam itu kita merenungkan, merefleksi tentang 81 tahun yang lalu, di mana pendahulu kita merebut kemerdekaan,” ujarnya.
Menurutnya, perjuangan merebut kemerdekaan tidak berhenti setelah Indonesia merdeka. Generasi saat ini memiliki tanggung jawab meneruskan perjuangan melalui berbagai karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.

“Kita sekarang mengisi kemerdekaan dengan karya-karya yang ada,” katanya.
Apel dihadiri Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala, Pj. Sekda Sultra Muhammad Fadlansyah, Danlanal Kendari Kolonel Laut (P) M. Sati Lubis, Danlanud Halu Oleo Kendari Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto, jajaran Forkopimda Sultra, serta personel gabungan TNI, Polri dan ASN.
TMP Watubangga menjadi tempat peristirahatan 81 pahlawan, terdiri atas 68 pejuang angkatan bersenjata dan 13 pejuang rakyat.
Prosesi ditutup dengan penyalaan lilin di setiap pusara. Cahaya lilin menjadi simbol penghormatan sekaligus pengingat agar nilai perjuangan, pengorbanan dan semangat para pahlawan tetap hidup dalam pembangunan bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....