Pantai Nambo Kendari Jadi Contoh Sukses Sektor Wisata untuk PAD
- 13 Agt 2026 08:42 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, terus mendorong pengembangan destinasi wisata agar tidak hanya menjadi tempat kunjungan masyarakat, tetapi juga mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Salah satu destinasi yang menjadi perhatian adalah Pantai Nambo. Kawasan wisata yang berada di Kota Kendari tersebut kini dikembangkan sebagai salah satu kawasan yang memiliki potensi ekonomi bagi daerah dan masyarakat.
Potensi tersebut turut diperkenalkan Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, dalam forum China–Indonesia Dialogue on Local Government Cooperation 2026 di Balai Kota Yogyakarta, Selasa 11 Agustus 2026.
Dalam forum yang mempertemukan pemerintah daerah Indonesia dan China tersebut, Siska menyampaikan perkembangan Pantai Nambo sebagai bagian dari potensi Kota Kendari yang terbuka untuk dikembangkan melalui kerja sama.
Hingga 2026, Pantai Nambo tercatat telah dikunjungi sekitar 77.893 orang. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap destinasi wisata pesisir yang menjadi salah satu tujuan wisata di Kota Kendari.
Menurut Siska, pengembangan Pantai Nambo tidak berhenti pada peningkatan jumlah wisatawan. Pemerintah daerah juga berupaya menjadikan kawasan tersebut sebagai ruang yang mampu memberikan manfaat ekonomi lebih besar.
Salah satu indikatornya terlihat dari peningkatan pendapatan asli daerah yang bersumber dari kawasan Pantai Nambo. Sebelumnya, pendapatan dari kawasan tersebut berada di kisaran Rp124 juta.
Namun hingga Juli 2026, pendapatan asli daerah dari Pantai Nambo telah mencapai sekitar Rp1 miliar. Peningkatan tersebut menjadi salah satu gambaran dampak pengembangan kawasan wisata terhadap penerimaan daerah.
“Ini merupakan salah satu titik yang kami kembangkan melalui revitalisasi kawasan. Kami ingin kawasan wisata juga menjadi kawasan ekonomi,” ujar Siska.
Menurutnya, konsep pengembangan wisata yang terintegrasi dengan aktivitas ekonomi menjadi penting agar keberadaan destinasi tidak hanya memberikan manfaat dari sisi rekreasi, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya aktivitas usaha.
Pengembangan kawasan wisata juga diharapkan dapat memberikan dampak kepada masyarakat sekitar, termasuk melalui aktivitas perdagangan, jasa dan usaha ekonomi lainnya yang berkaitan dengan kebutuhan wisatawan.
Selain Pantai Nambo, Pemerintah Kota Kendari turut memperkenalkan Kebun Raya Kendari sebagai destinasi yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Pada 2026, kawasan tersebut mencatat sekitar 44.127 kunjungan.
Siska mengatakan potensi pariwisata merupakan salah satu sektor yang dapat memperkuat daya tarik Kota Kendari di mata calon mitra dari luar daerah maupun luar negeri.
Pada 2025, jumlah kunjungan wisata ke Kota Kendari mencapai sekitar 363 ribu kunjungan, termasuk wisatawan mancanegara yang berasal dari 37 negara.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor pariwisata memiliki ruang pengembangan yang cukup besar. Pemerintah Kota Kendari pun membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat pengelolaan destinasi dan mengembangkan potensi ekonomi di dalamnya.
Siska mengundang delegasi dan calon mitra dari China untuk datang langsung ke Kota Kendari dan melihat berbagai potensi yang dimiliki daerah.
“Kami berharap bapak dan ibu yang hadir di sini dapat datang ke Kota Kendari, karena banyak potensi yang sangat menjanjikan untuk kita kembangkan bersama, bukan hanya untuk nasional tetapi juga internasional,” ujarnya.
Melalui pengembangan kawasan seperti Pantai Nambo, Pemerintah Kota Kendari ingin membangun sektor pariwisata yang tidak hanya meningkatkan kunjungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dan memperkuat daya saing daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....