Polresta Kendari Gelar Apel Kesiapan Hadapi Karhutla
- 12 Agt 2026 14:07 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID Kendari – Menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Polresta Kendari gelar apel pasukan. Dilapangan upacara Polresta Kendari, Rabu 12 Agustus 2026 di halama
Apel tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan personel, sarana dan prasarana dalam menghadapi potensi bencana Karhutla dan kekeringan ekstrem di wilayah Kota Kendari. Kegiatan ini juga diikuti jajaran Polresta Kendari, Satpol PP, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Damkarmat, Basarnas, BMKG, TNI serta unsur terkait lainnya.
Kapolresta Kendari Kombes Pol Edwin L. Sengka, S.I.K., M.Si.mengungkapkan berdasarkan perkiraan BMKG, fenomena El Niño pada 2026 telah memasuki fase aktif dan berada dalam kategori kuat.
“Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan curah hujan rendah dan kekeringan berkepanjangan akibat perubahan suhu permukaan laut yang melewati ambang batas normal,” ungkap Kapolresta Kendari.
Kapolresta juga menegaskan, penanganan Karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, transportasi serta stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Karena itu, diperlukan langkah penanganan yang cepat, terpadu, terkoordinasi dan berkelanjutan.
“Melalui apel gelar pasukan dan perlengkapan ini, seluruh stakeholder diharapkan memiliki persepsi dan pola tindakan yang sama dalam menghadapi Karhutla dan kekeringan ekstrem. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor serta memastikan setiap unsur siap menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing ketika terjadi bencana,” ungkapnya.
Kapolresta Kendari juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berperan dalam kegiatan tersebut. Edwin berharap kesiapan bersama dapat meningkatkan profesionalitas dan tanggung jawab seluruh personel dalam memberikan perlindungan serta pelayanan kepada masyarakat, sehingga dampak Karhutla dan kekeringan ekstrem di wilayah Kota Kendari dapat diminimalkan.
Puncak fenomena El Niño yang berlangsung pada akhir Juli hingga Agustus 2026 turut berdampak pada sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Kota Kendari. Musim kemarau yang berlangsung lebih panjang dengan curah hujan di bawah rata-rata klimatologis meningkatkan potensi terjadinya kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....