Bijak Beragama Hadapi Hoaks dan Provokasi Digital
- 05 Agt 2026 07:16 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Sikap bijak dalam beragama menjadi salah satu kunci menghadapi maraknya hoaks dan provokasi di ruang digital. Kemudahan mengakses informasi perlu diimbangi dengan kemampuan menyaring setiap konten agar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan maupun memecah persatuan.
Pesan tersebut disampaikan Syawal Adrafi, Mahasiswa Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Kendari, saat menjadi narasumber dalam program Spada Pro 2 RRI Kendari bersama penyiar Lindsa, Selasa 04 Agustus 2026/.
Syawal Adrafi mengajak masyarakat untuk membiasakan melakukan tabayun atau verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima, terutama konten yang mengangkat isu keagamaan. Langkah tersebut penting untuk memastikan kebenaran informasi sekaligus mencegah penyebaran hoaks yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat.
Menurut Syawal Adrafi, ajaran agama mengedepankan nilai persaudaraan, kedamaian, dan saling menghormati. Perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menyebarkan kebencian maupun provokasi melalui media sosial.
Generasi muda juga didorong memanfaatkan platform digital sebagai ruang berbagi ilmu, menyebarkan pesan-pesan perdamaian, serta menghadirkan konten yang mendidik dan menginspirasi. Kehadiran konten positif dapat memperkuat persatuan sekaligus membangun budaya bermedia yang sehat.
Melalui literasi digital dan pemahaman agama yang baik, masyarakat diharapkan semakin cerdas menghadapi hoaks dan provokasi digital, menjaga kerukunan antarumat, serta memperkokoh persatuan bangsa di tengah perkembangan teknologi informasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....