Pencarian Nelayan Runduma Belum Membuahkan Hasil
- 03 Agt 2026 12:38 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan seorang nelayan yang diduga terjatuh dari longboat di perairan Tanjung Runduma, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Hingga pencarian yang berlangsung sampai pukul 17.00 Wita, Sabtu 1 Agustus 2026, operasi SAR hari pertama berakhir tanpa hasil. Korban diketahui bernama La Ode Artasi (55), warga Desa Runduma, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi.
Berdasarkan kronologi, korban berangkat memancing menggunakan longboat di sekitar tubir Pulau Runduma bagian timur pada Jumat 31Juli 2026 sekitar pukul 15.30 Wita.
Kemudian pada jam 17.00 Wita, seorang nelayan bernama La Nona menemukan longboat milik korban dalam kondisi kemasukan air. Perahu tersebut kemudian ditarik ke Desa Runduma.
Setelah menerima informasi tersebut, keluarga korban bersama masyarakat setempat melakukan pencarian di sekitar lokasi ditemukannya longboat. Namun hingga laporan diterima oleh Basarnas, korban belum berhasil ditemukan sehingga operasi SAR resmi dilaksanakan.
Selama operasi pencarian, cuaca di lokasi dilaporkan cerah dengan kecepatan angin sekitar 27 kilometer per jam dan tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter berdasarkan informasi BMKG.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S. mengatakan, pencarian dihentikan sementara dan akan kembali dilanjutkan pada Minggu 2 Agustus 2026 mulai pukul 07.00 Wita.
"Tim SAR Gabungan telah melakukan pencarian secara maksimal hingga sore hari, namun korban belum berhasil ditemukan. Operasi pencarian akan dilanjutkan kembali besok pagi," ujarnya dalam group Basarnas Press Release, Sabtu 1 Agustus 2026.
Sebagai informasi, operasi SAR melibatkan unsur Kantor Pencarian dan Pertolongan Kendari, Pos SAR Wakatobi, aparat desa, masyarakat setempat, serta keluarga korban. Tim menggunakan berbagai peralatan, di antaranya Rigid Inflatable Boat (RIB), longboat, AquaEye, peralatan SAR medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, serta perlengkapan pendukung keselamatan lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....