Disleksia Bukan Bodoh, Cara Belajar Berbeda Hebat
- 02 Agt 2026 15:37 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Indonesia Dyslexia Specialist Teacher, Yuliana Syani Bittikaka, S.Psi., Dipl. Montessori, mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap anak penyandang disleksia. Pesan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam program Spada Pro 2 RRI Kendari, Kamis 30 Juli 2026.
Yuliana Syani Bittikaka menjelaskan disleksia bukan merupakan tanda rendahnya tingkat kecerdasan. Anak penyandang disleksia memiliki cara belajar yang berbeda sehingga membutuhkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing.
Menurut Yuliana Syani Bittikaka, dukungan keluarga, guru, dan lingkungan sekolah menjadi faktor penting dalam membangun rasa percaya diri anak. Pendekatan yang tepat akan membantu anak mengenali kemampuan, mengembangkan bakat, serta mencapai prestasi sesuai potensi yang dimiliki.
Yuliana Syani Bittikaka juga mendorong para pendidik untuk menerapkan metode belajar yang kreatif, menyenangkan, dan multisensori agar proses belajar menjadi lebih efektif. Kesabaran, pendampingan, serta penghargaan terhadap setiap perkembangan anak dinilai mampu meningkatkan motivasi belajar.
Melalui program Spada Pro 2 RRI Kendari, Yuliana Syani Bittikaka mengajak masyarakat menghentikan stigma negatif terhadap penyandang disleksia. Setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berkarya, dan meraih masa depan yang gemilang ketika memperoleh dukungan, pendampingan, serta lingkungan yang memahami cara belajar yang berbeda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....