BMKG Imbau Nelayan Waspadai Cuaca Perairan Sultra
- 28 Jul 2026 12:40 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menekankan pentingnya keselamatan pelayaran di wilayah perairan Sulawesi Tenggara seiring potensi gelombang sedang yang diprakirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari, I Made Wahyu Gana Putra, mengatakan kondisi gelombang dipengaruhi pola angin yang bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan bervariasi.
“Kecepatan angin tertinggi terpantau mencapai 25 knot atau setara 6 Skala Beaufort di Perairan Wakatobi bagian Barat, Perairan Wakatobi bagian Timur, dan Laut Banda Timur Wakatobi,” ungkapnya, Selasa 28 Juli 2026.
| Baca juga: BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrim Perairan Sultra |
I Made menjelaskan, kondisi tersebut berpotensi memicu gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan Sulawesi Tenggara.
“Selain itu, potensi serupa juga berpeluang terjadi di Perairan Baubau, Laut Flores Selatan Buton, Perairan Buton, Perairan Wakatobi bagian Barat, Perairan Wakatobi bagian Timur, dan Laut Banda Timur Wakatobi,” jelasnya.
BMKG juga telah mengeluarkan rekomendasi keselamatan bagi berbagai jenis kapal guna mengurangi risiko kecelakaan laut akibat kondisi cuaca.
“Masyarakat yang beraktivitas menggunakan perahu nelayan diimbau waspada apabila kecepatan angin mencapai lebih dari 15 knot dengan tinggi gelombang menyentuh 1,25 meter,” tambahnya.
Selain itu, operator kapal tongkang dan kapal penumpang diharapkan memperhatikan batas aman pelayaran serta memastikan kelengkapan alat keselamatan sebelum berlayar.
Imbauan ini menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko bencana hidrometeorologi, mengingat kondisi angin dan gelombang sangat berpengaruh terhadap keselamatan aktivitas pelayaran dan distribusi logistik antarpulau.
BMKG juga mengingatkan seluruh pelaku aktivitas maritim untuk rutin memantau pembaruan informasi cuaca melalui saluran resmi guna mengantisipasi perubahan kondisi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....