Cuaca Ekstrem, BPBD Sultra Imbau Keselamatan Pelayaran

  • 27 Jul 2026 08:55 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tenggara mengingatkan seluruh penyedia jasa transportasi laut, nelayan, serta masyarakat pengguna jasa penyeberangan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi selama musim timur.

Kepala Pelaksana BPBD Sultra, Laode Saifuddin menegaskan, keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dibandingkan kepentingan ekonomi dalam operasional pelayaran.

“Memang yang namanya kapal itu bisnis. Mau ombak tinggi atau tidak tinggi, mereka tetap berangkat. Namun kami harapkan kepada masyarakat dan pengelola penyeberangan untuk menyesuaikan pelayaran dengan kapasitas kapal,” ujarnya, Senin 27 Juli 2026.

Saifuddin menyoroti masih adanya praktik pelayaran yang tidak memperhatikan standar keselamatan, seperti mengangkut penumpang melebihi kapasitas hingga menjual tiket tanpa tempat duduk.

Menurutnya, hal tersebut sangat berisiko karena jumlah alat keselamatan seperti jaket pelampung disesuaikan dengan data manifes resmi penumpang.

“Kalau kapasitas kapal itu 200 atau 400 orang, ya sesuaikan dengan manifes tersebut. Jangan memaksakan penumpang melebihi kapasitas dan jangan menjual tiket non-seat,” tegasnya.

Selain itu, BPBD juga memberi perhatian khusus pada aktivitas penyeberangan di pelabuhan rakyat yang dinilai masih minim standar keselamatan.

Banyak kapal rakyat disebut beroperasi tanpa izin resmi serta tidak dilengkapi jaminan asuransi keselamatan bagi penumpang, sehingga berisiko tinggi apabila terjadi kecelakaan di laut.

“Kapal rakyat itu rata-rata tidak ada kerja sama dengan pihak asuransi dan banyak yang tidak berizin. Jika terjadi kecelakaan, masyarakat bisa mengalami kerugian besar karena tidak ada santunan,” jelasnya.

Laode Saifuddin juga mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melakukan perjalanan laut saat kondisi cuaca buruk, terutama jika telah ada peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kalaksa BPBD Sultra menekankan pentingnya kedisiplinan dan kesadaran bersama dalam menjaga keselamatan pelayaran, termasuk menunda perjalanan yang tidak mendesak.

“Pemerintah sudah memberikan informasi prakiraan cuaca. Jangan setelah nekat berangkat dan diterjang ombak, baru panik dan menyalahkan pemerintah. Kuncinya ada pada kedisiplinan dan kerja sama semua pihak,” pungkasnya.

BPBD Sultra berharap, dengan meningkatnya kewaspadaan selama musim timur, risiko kecelakaan laut dapat diminimalisir dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....