Disbun Hortikultura Sultra Gelar Pasar Tani di Empat Titik
- 24 Jul 2026 21:50 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memastikan kegiatan Pasar Tani akan kembali digelar di empat titik lokasi berikutnya sebagai upaya menekan laju inflasi daerah, khususnya pada komoditas pangan strategis.
Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Laode Muhammad Rusdin Jaya, mengungkapkan bahwa hingga saat ini program Pasar Tani telah sukses dilaksanakan sebanyak lima kali di wilayah Kota Kendari dan sekitarnya. Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Provinsi Sultra dalam menjaga stabilitas harga pangan di tengah dinamika ekonomi.
“Kegiatan ini adalah bagian dari upaya Bapak Gubernur dalam rangka pengendalian inflasi di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kita sudah melaksanakan kurang lebih lima kali, dan insyaAllah masih ada empat kali lagi pelaksanaannya di titik-titik lain,” ujar Laode Muhammad Rusdin Jaya saat ditemui, Jumat (24/7/2026).
Ia menjelaskan, penentuan lokasi Pasar Tani selanjutnya akan disesuaikan dengan perkembangan tren inflasi di daerah. Wilayah yang mengalami lonjakan harga komoditas pangan akan menjadi prioritas pelaksanaan, sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
| Baca juga: Perempuan Pesisir Pilar Utama Ekonomi Laut |
Dalam pelaksanaannya, Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra turut menggandeng Brimob Polda Sultra melalui program Gerakan Pangan Murah. Sejumlah komoditas hortikultura yang kerap menjadi penyumbang inflasi, seperti cabai, tomat, dan bawang, dijual langsung dari hasil panen petani lokal.
“Kami memfasilitasi kelompok tani dari Kendari, Konawe Selatan, dan Konawe untuk memangkas rantai distribusi, sehingga produk bisa langsung sampai ke konsumen dengan harga lebih murah,” tambahnya.
Melalui program ini, pemerintah berharap tidak hanya mampu mengendalikan inflasi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani lokal dengan memperluas akses pasar bagi hasil produksi mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....