Kecerdasan Emosional Menjadi Solusi Gap Generation

  • 23 Jul 2026 15:44 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Di era yang serba cepat, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual atau nilai akademik yang tinggi. Kemampuan memahami, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara tepat atau yang dikenal sebagai kecerdasan emosional (emotional intelligence) menjadi salah satu keterampilan penting yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kita mengenal adanya istilah Gen Z, Gen Millenial, generasi boomer, generasi tersebut memiliki perbedaan cara berpikir yang sering kali menjadi pemicu kesalahpahaman. Personality & Self Growth Trainer, Titiek Puspitawati,ELT saat menjadi narasumber dalam acara Sharing Time di RRI Pro 2 Kendari, Rabu (22/07/2026) mengungkapkan, Gen Z tumbuh di era digital yang serba cepat, sementara generasi sebelumnya lebih akrab dengan proses yang bertahap dan pengalaman langsung.

“Ada istilahnya gap generation, gap ini adalah kesenjangan. Seharusnya tidak ada gap apabila setiap situasi direspon dengan kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional membuat seseorang tidak menjadi terburu-buru menghakimi ketika menemukan perbedaan pendapat. Sebaliknya, akan lebih memudahkan merespon sesuatu dengan bijak, memilih mendengarkan, mencari sudut pandang yang tepat, dan membangun komunikasi yang saling menghargai,” ujarnya.

Saat ini, berbagai generasi bekerja dan belajar bersama. Masing-masing membawa pengalaman, nilai, dan cara berkomunikasi yang berbeda. Kecerdasan emosional membantu setiap individu membangun rasa saling percaya, menghargai perbedaan, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Ketika empati lebih diutamakan daripada ego, kolaborasi akan menjadi lebih kuat.

“Mengatasi generation gap bukan berarti memaksa satu generasi mengikuti cara generasi lainnya. Yang dibutuhkan adalah kemauan untuk saling memahami. Kecerdasan emosional menjadi kunci agar perbedaan tidak berubah menjadi jurang pemisah, melainkan menjadi kekuatan yang memperkaya cara berpikir dan mendorong lahirnya solusi yang lebih baik. Ketika setiap generasi mampu saling mendengar dan menghargai, tercipta hubungan yang lebih harmonis, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan bersama,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....