Peluncuran Program KEJAR di Kendari, OJK Sultra Dorong Budaya Menabung sejak Dini

  • 22 Jul 2026 20:51 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan apresiasi atas capaian Pemerintah Kota Kendari yang memfasilitasi pembukaan puluhan ribu rekening tabungan bagi para pelajar.

Peluncuran Program Simpanan Pelajar (SimPel) melalui Gerakan Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) tersebut dipusatkan di Lapangan Parkir Balai Kota Kendari pada Rabu, 22 Juli 2026.

Kegiatan itu dihadiri oleh Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha, Kepala Perwakilan BI Sultra Edwin Permadi, perwakilan LPS, Bank Sultra, BPR Bahteramas, jajaran pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, serta ribuan siswa SD dan SMP.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Kendari turut memberikan penghargaan kepada berbagai pihak yang mendukung penyediaan saldo awal pembukaan rekening bagi para siswa sebagai bentuk kolaborasi nyata perluasan akses keuangan.

Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha mengonfirmasi bahwa jumlah rekening SimPel yang berhasil dibuka hingga saat ini telah mencapai 60.819 rekening.

Ia menekankan bahwa capaian puluhan ribu tersebut merupakan wujud nyata atas tumbuhnya semangat menabung di kalangan pelajar SD hingga SMP di Kota Kendari.

"Jadi kalau kita sekarang ini bisa menyisihkan dari 10 ribu rupiah, tiap hari 2 ribu rupiah, dengan begitu kita bisa menyisihkan sebagian uang kita buat masa depan, buat sekolah, membantu orang tua. Kita bisa memenuhi keinginan kita dengan yang sebagainya," ujar Bismi Maulana Nugraha.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari Pemkot Kendari, Bank Indonesia, LPS, perbankan daerah, Kementerian Agama, hingga para pendidik di sekolah.

Menurutnya, menjaga keaktifan rekening secara rutin juga menjadi kunci untuk mendorong peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di wilayah Sulawesi Tenggara secara berkelanjutan.

"Jadi saya pikir semua ini harus berawal dari sebuah kebiasaan. Tidak perlu menunggu kaya, tidak menunggu sampai dewasa kita untuk belajar menabung, tapi mulai saat inilah kita sudah mulai belajar bagaimana menabung," tuturnya.

Selain membentuk pola hidup hemat, pendidikan keuangan sejak dini dipandang sangat penting sebagai sarana perlindungan diri bagi generasi muda dari berbagai ancaman kejahatan finansial berbasis digital.

Tantangan anak muda di era digital saat ini semakin kompleks, mulai dari maraknya penipuan daring, investasi ilegal, pinjaman online ilegal, hingga perjudian online.

"Saya sangat prihatin karena masih banyak sekali masyarakat kita di seluruh negara yang terjebak akan sebuah investasi ilegal dan juga judi online. Oleh karena itu saya meyakini bahwa pendidikan keuangan itu harus dimulai sejak dini," tegas Bismi.

Ia berpesan kepada seluruh jajaran sekolah dan para orang tua agar senantiasa mendampingi anak-anak dalam membiasakan diri menyisihkan sebagian uang saku harian.

Sektor industri jasa keuangan juga diharapkan terus menghadirkan layanan perbankan yang mudah, aman, dan ramah bagi anak-anak.

Sementara itu, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran berharap kebiasaan menabung dapat terus ditanamkan di lingkungan keluarga maupun sekolah agar menjadi bagian dari pola hidup sehari-hari.

Menurutnya, budaya menabung yang konsisten dinilai efektif dalam menekan perilaku konsumtif serta membentuk karakter anak-anak yang lebih bijak dalam mengambil keputusan keuangan di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....