Gernas RANA Kemenag Sultra Ciptakan Lingkungan Belajar Ramah Anak

  • 22 Jul 2026 13:37 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) dan Eco Office resmi diluncurkan di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Tenggara (Sultra) serangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang digelar di Aula Kanwil Kemenag Sultra pada Rabu 27 Juli 2026.

Gernas RANA dan Eco Office tersebut sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak sekaligus budaya kerja yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Kegiatan ini mengusung tema Inovasi Hijau untuk Indonesia Maju, melalui program MATA PELANGI (Masa Depan dan Pengenalan Lingkungan Madrasah/Sekolah bagi Generasi Inovatif).

Gernas RANA merupakan program Kementerian Agama RI yang bertujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, nyaman, serta bebas dari kekerasan, perundungan, diskriminasi, dan segala bentuk tindakan yang mengancam tumbuh kembang peserta didik.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sultra, H.Mansur mengatakan, peluncuran Gernas RANA menjadi wujud komitmen Kemenag dalam menghadirkan satuan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menjamin keamanan, kenyamanan, dan perlindungan bagi seluruh peserta didik.

Menurutnya, sekolah dan madrasah harus menjadi ruang yang mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, bebas dari kekerasan, perundungan, diskriminasi, maupun berbagai bentuk tindakan yang dapat mengganggu proses belajar.

“Kami melaunching Gerakan Nasional agar sekolah bukan hanya menjadi tempat pembelajaran, tetapi bagaimana dalam proses pembelajaran itu mampu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh siswa,” ungkapnya.

Selain Gernas RANA, Kanwil Kemenag Sultra juga meluncurkan program Eco Office, sebuah gerakan membangun budaya kerja yang lebih ramah lingkungan di lingkungan kantor dan satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama.

Eco Office merupakan gerakan transformasi budaya kerja Kementerian Agama RI yang mendorong terciptanya kantor dan satuan pendidikan yang ramah lingkungan melalui pengurangan penggunaan kertas, efisiensi energi, pengelolaan sampah, pengurangan plastik sekali pakai, penghijauan lingkungan, serta penerapan perilaku kerja yang berkelanjutan.

Tak hanya itu, Eco Office juga mengajak seluruh aparatur dan warga madrasah untuk meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memanfaatkan sumber daya secara lebih bijaksana demi menjaga kelestarian lingkungan.

“Eco Office bertujuan agar lingkungan kantor dan tempat belajar menjadi lebih bersih dan nyaman. Kami juga ingin membangun tata kelola administrasi yang bebas dari timbunan kertas, menciptakan suasana yang sejuk, serta meningkatkan kepedulian terhadap pengolahan sampah, pengurangan plastik, dan berbagai hal yang berpotensi merusak lingkungan sekolah,” jelasnya.

Mansur menegaskan, implementasi kedua program tersebut tidak berhenti di tingkat provinsi. Kanwil Kemenag Sultra telah menginstruksikan seluruh jajaran Kemenag di kabupaten dan kota agar mengimplementasikan Gernas RANA dan Eco Office secara berkelanjutan.

Menurut Mansur, komitmen bersama menjadi kunci agar gerakan tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi satuan pendidikan maupun lingkungan kerja di Sultra.

“Kami sudah memberikan imbauan sekaligus membangun komitmen agar program yang dicanangkan hari ini di tingkat provinsi dapat dilaksanakan secara masif hingga ke seluruh jajaran di tingkat bawah,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....