Pecahkan Rekor MURI, Aksi Serentak Menanam Sayuran Siswa SMA dan SMK se-Sultra

  • 06 Jun 2023 23:42 WIB
  •  Kendari

KBRN,Kendari: Aksi serentak menanam sayuran untuk jenis cabe, tomat dan bawang merah yang dilakukan siswa SMA dan SMK se- Sulawesi Tenggara (Sultra) memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia).

Aksi yang dipimpin langsung Gubernur Sultra H. Ali Mazi, SH tersebut diikuti sebanyak 86.000 siswa SMK/SMK dan guru -guru SMA/SMK di 17 kabupaten dan kota se-Sultra dipusatkan di SMKN PP 5 Konawe (yang dulu disebut SPMA Wawotobi), pada Selasa (6/6/2023).

Aksi penanaman serentak tanaman hortikultura juga diikuti Pimpinan OPD se- Sultra, Forkopimda Sultra dan Forkopimda Konawe berlangsung pada pukul 17.30 wita dalam kurun waktu 20 menit.

"Apa yang kita lakukan hari ini adalah sebuah gerakan ketahanan pangan dalam upaya memberikan kontribusi terhadap upaya pemerintah mengendalikan inflasi yang dimulai dari sekolah," ungkap Gubernur Ali Mazi.

Ali Mazi menjelaskan, gerakan ketahanan pangan yang melibatkan seluruh siswa SMA/SMK tersebut dapat membuka keterisolasian para pelajar, artinya siswa tidak hanya menghabiskan waktu monoton di sekolah hanya di dalam ruang kelas belajar saja.

"Sekali-kali hirup udara segar, jangan hanya menatap papan tulis di dalam kelas. Ini tradisi yang harus dihidupkan kembali dan dibudayakan, sebab gerakan ini mendukung pemanfaatan lahan pekarangan sekolah," kata Ali Mazi.

Gubernur juga menjelaskan, komoditi yang sangat mempengaruhi inflasi yakni cabai, tomat dan bawang, sehingga tanaman yang telah ditanam secara massal itu harus dijaga dengan baik agar dapat tumbuh subur.

“Jangan hari ini kita tanam, terus kita biarkan tumbuh sendiri. Jangankan tumbuhan, manusia saja kalau tidak sarapan setiap pagi pasti lemas. Jadi, harus disiram dan dipupuk agar tumbuh sesuai yang kita harapkan,” harap Ali Mazi.

Ali Mazi juga mengapresiasi kreasi dan inovasi yang dilakukan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra Yusmin, S.Pd, M.Hum. karena memberikan warna baru dalam kegiatan siswa di sekolah yang dapat berdampak positif besar terhadap siswa, sekolah dan daerah.

Menurut Yusmin, inisiatif itu bermula ketika dirinya mendapat perintah dari gubernur untuk ikut berpartisipasi menangani inflasi di Sultra melalui Dinas Dikbud.

"Sehingga kurang lebih tiga minggu yang lalu, kami semua bersama seluruh kepala sekolah SMA dan SMK bersepakat bahwa khusus tanaman cabai, tomat dan bawang merah yang menjadi penyebab inflasi di Sultra, kita manfaatkan seluruh halaman sekolah atau lahan sekolah yang kosong untuk kita menanam sayuran yang dimaksud," kata Yusmin.

Yusmin menyebut, seluruh sekolah SMA dan SMK se- Sultra melakukan aksi bersama menanam tanaman hortikultura dalam kurun waktu kurang dari 20 menit secara virtual yang memiliki jaringan internet, sedangkan SMK/SMK yang wilayahnya tidak terjangkau internet, maka dapat menyaksikan gerakan ketahanan pangan ini dalam bentuk video yang akan dikirimkan oleh Dinas Dikbud Sultra.

"Yang saya ingin sampaikan juga bahwa seluruh sekolah ini tidak menerima bibit tanaman dari dinas manapun, tetapi penyemaian dimulai dari siswa itu sendiri. Sehingga diharapkan kedepan lahir petani-petani berdasi karena memiliki pengetahuan terhadap pertanian. Ini sangat sejalan dengan Program Kemendikbudristek yang disebut Merdeka Belajar,” pungkas Yusmin.

Yusmin menambahkan, gerakan ketahanan pangan ini merupakan implementasi dari Teaching Factory Merdeka Belajar, dimana pembelajaran diluar kelas tetap dihitung sebagai pembelajaran. siswa diajarkan untuk melakukan pembalajaran berbasis produksi standar industri.

“Hari inilah kita liat bersama proyeknya dan inilah disebut dengan profil Pancasila. Jadi saya ucapkan banyak terimakasih kepada seluruh anak-anaku semua siswa, seluruh kepala sekolah, seluruh guru dan staf sekolah yang mengikuti acara ini via zoom. Dan terimakasih setinggi-tingginya kepada SMKN PP 5 Konawe yang telah menyukseskan kegiatan ini,” imbuh Yusmin.

Sementara itu, Direktur Marketing MURI Awan Rahargo yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan, aksi penanaman serentak tanaman sayuran yang melibatkan siswa SMK/SMA terbanyak tersebut berhasil memecahkan rekor MURI yang pernah ada sebelumnya.

Piagam penghargaan MURI dengan nomor :11008/R.MURI/VI/2023 tersebut diberikan kepada Gubernur Sultra Ali Mazi atas rekor Penanaman Sayur sebanyak siswa SMK dan SMK di sekolah terbanyak, yang diserahkan langsung oleh Awan Raharjo mewakili Ketua Umum MURI KP Jaya Suprana kepada Gubernur Sultra Ali Mazi.

“Ini adalah sebuah terobosan pemerintah Sultra dalam rangka mendukung program kerja pemerintah pusat di bidang ketahanan pangan, terutama dalam menghadapi inflasi yang diimplementasikan oleh Gubernur Sultra bersama jajarannya melalui penanaman tomat, cabai dan bawang merah yang melibatkan siswa SMA SMK se- Sultra. Harapan kami ke depan kalau program ini dilakukan dengan serius, maka tanaman hortikultura di Sultra menjadi pusatnya program ketahanan di Indonesia," ucap Awan.

Menurut Awan, menggabungkan terintegrasi tersebut sesuai dengan catatan rekor MURI dimana rekor MURI memiliki fitur pencatat superlatif atau yang terbanyak, dan ini dilakukan secara serentak di 17 kabupaten kota se Sultra diikuti 86.000 siswa SMK/SMK dan guru guru SMA/SMK.

“Dan tentunya juga ada sebanyak 317 ribu jumlah bibit tanaman hortikultura tomat, cabai dan bawang merah yang ditanam secara masal. Karena itu MURI mengapresiasi tingginya peristiwa pencatatan rekor MURI hari ini, semoga ke depan bisa membangkitkan semangat kebangsaan nasionalisme kita dalam bidang ketahanan pangan,” ujar Awan.

Awan Rahargo menambahkan, pencatatan rekor MURI kategori kultivasi hortikultura tersebut bukan yang pertama, karena sebelumnya pernah dilakukan di Jawa Barat dilakukan kultivasi hortikultura oleh anggota Pramuka dengan jumlah 15 ribu polybag, kemudian di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah pernah ada rekor MURI menyemaikan 100 ribu bibit pohon cabai, sehingga rekor MURI yang terbanyak saat ini adalah di Sultra.

“Semoga daerah lain bisa terinspirasi dengan program Gubernur Sultra melalui Dinas Dikbud Sultra,” pungkasnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....