Mutiara Pagi: Jadikan Sholat sebagai Tempat Memohon Pertolongan kepada Allah

  • 05 Jul 2026 11:46 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Sholat yang dilakukan dengan penuh kekhusyukan mampu menjadi sumber ketenangan, kekuatan batin, sekaligus memperbaiki kualitas hidup seorang muslim. Pesan tersebut mengemuka dalam dialog Mutiara Pagi RRI bersama KH Hasanuri, S.H., M.H.I. Sabtu, 4 Juli 2026

Dalam dialog interaktif itu, KH Hasanuri menegaskan, banyak orang melaksanakan sholat, namun belum sepenuhnya menghadirkan hati ketika berdiri di hadapan Allah SWT. Padahal, inti dari kekhusyukan adalah hadirnya kesadaran bahwa seorang hamba sedang bermunajat kepada Sang Pencipta.

"Khusyuk berarti hati hadir sepenuhnya, memahami apa yang dibaca, mengagungkan Allah, serta merasakan bahwa kita sedang berbicara kepada-Nya. Ketika itu terbangun, sholat akan memberikan ketenangan yang luar biasa," jelasnya.

Kyai Hasanuri juga mengingatkan, Al-Qur'an telah mengajarkan umat Islam agar menjadikan sholat sebagai sarana meminta pertolongan kepada Allah sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 45.

Selain kesiapan batin, KH Hasanuri menilai kesempurnaan gerakan juga menjadi bagian penting dalam membangun kekhusyukan. Gerakan rukuk, sujud, i'tidal, hingga duduk di antara dua sujud harus dilakukan dengan tuma'ninah tanpa tergesa-gesa.

"Gerakan sholat yang benar bukan sekadar memenuhi rukun ibadah. Jika dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah SAW, gerakan-gerakan tersebut juga memberi manfaat bagi kesehatan jasmani karena melatih kelenturan tubuh, keseimbangan, serta membantu tubuh menjadi lebih rileks," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengulas enam unsur kekhusyukan sebagaimana dijelaskan Imam Al-Ghazali, yakni menghadirkan hati, memahami bacaan, mengagungkan Allah, memiliki rasa takut kepada Allah, berharap akan rahmat dan diterimanya amal, serta memiliki rasa malu atas segala kelalaian terhadap perintah-Nya.

"Sholat yang khusyuk tidak dibangun dalam satu hari, tetapi melalui latihan yang terus-menerus. Semakin kita mengenal Allah, memahami bacaan sholat, dan menjaga kualitas ibadah, maka semakin mudah hati menghadirkan kekhusyukan," tutur KH Hasanuri.

Melalui dialog tersebut, pendengar diajak menjadikan sholat bukan hanya sebagai kewajiban harian, tetapi sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki akhlak, serta memperoleh ketenangan lahir dan batin dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....