BKKBN Sultra Ajak Masyarakat Bangun Keluarga Berkualitas untuk Generasi Emas
- 04 Jul 2026 21:50 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Keluarga menjadi lingkungan pertama sekaligus paling penting dalam membentuk karakter, akhlak, dan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan memiliki perencanaan yang baik merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara, Arianto Gamar, S.H., dalam program Bincang Inspiratif di RRI Kendari. Jumat, 26 Juni 2026. Menurutnya, pembangunan bangsa tidak dapat dipisahkan dari kualitas keluarga sebagai unit terkecil dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam dialog tersebut, Arianto menjelaskan, tantangan keluarga saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi, perubahan gaya hidup, hingga derasnya arus informasi menuntut setiap keluarga memiliki kemampuan beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi kehidupan.
"Keluarga adalah sekolah pertama bagi setiap anak. Di sanalah nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian mulai ditanamkan. Kalau keluarga kuat, maka masyarakat juga akan kuat," ujar Arianto Gamar.
Ditegaskan, program-program BKKBN saat ini tidak hanya berfokus pada pengendalian penduduk, tetapi juga mendorong terwujudnya keluarga yang berkualitas melalui edukasi, pendampingan, serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan kehidupan.
Menurut Arianto, generasi muda perlu dibekali dengan kemampuan merancang masa depan sejak dini, baik dalam pendidikan, pekerjaan, maupun ketika mempersiapkan kehidupan berkeluarga.
"Perencanaan itu bukan membatasi mimpi, tetapi justru menjadi jalan agar mimpi dapat diwujudkan secara lebih terarah. Anak-anak muda harus berani memiliki cita-cita sekaligus menyiapkan langkah untuk mencapainya," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Arianto juga mengingatkan pentingnya komunikasi antara orang tua dan anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Kehadiran gawai, menurutnya, tidak boleh mengurangi kualitas interaksi dalam keluarga.
"Luangkan waktu untuk berbicara dari hati ke hati. Anak membutuhkan perhatian, bukan hanya fasilitas. Komunikasi yang baik akan membangun kepercayaan di dalam keluarga," ungkapnya.
Arianto berharap masyarakat Sulawesi Tenggara semakin menyadari bahwa membangun keluarga berkualitas bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tugas bersama seluruh elemen masyarakat.
Dirinya juga mengajak masyarakat untuk terus menanamkan optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
"Mari kita mulai dari rumah masing-masing. Bangun keluarga yang saling menguatkan, saling menghargai, dan terus belajar bersama. Dari keluarga yang berkualitas akan lahir generasi yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik," tutup Arianto.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....