Kemenkum Sultra Hadiri Tradisi Homa-homa dan Festival Geopark Muna Island
- 18 Jun 2026 09:57 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID Buton Tengah – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Sulawesi Tenggara, Topan Sopuan, beserta jajaran menghadiri momentum perayaan tradisi adat Homa-homa (makan-makan bersama) Desa Walando sekaligus festival Geopark Muna Island. Kegiatan yang mengusung tema besar “Desa Berbudaya Menuju Kota Santri dan Kota Pendidikan” ini diselenggarakan dengan khidmat di kawasan situs bersejarah Benteng Daduwali Ombonowulu, Kabupaten Buton Tengah, Kamis 18 Juni 2026.
Kehadiran Kakanwil Kemenkum Sultra bersama jajaran tim teknis ini menjadi bukti nyata komitmen instansi dalam memberikan perhatian khusus terhadap pelestarian warisan budaya takbenda serta potensi kawasan pariwisata berbasis alam dan sejarah di jazirah Muna Raya. Acara ini kian istimewa karena mempertemukan para pemimpin daerah, antara lain Pj Bupati Buton Tengah H. Azhari, Pj Bupati Muna H. Bachrun, serta Pj Wakil Bupati Muna Barat La Ode Asrafil.
Tradisi Homa-homa dan pengenalan Geopark Muna Island dinilai bukan sekadar seremoni perayaan tahunan, melainkan pilar penting dalam memperkokoh identitas daerah. Nilai-nilai gotong royong dan muatan filosofis yang terkandung di dalamnya sangat sejalan dengan visi mewujudkan daerah yang berbudaya, religius, sekaligus berpendidikan tinggi.
Di sela-sela kemeriahan pesta adat tersebut, Bupati Buton Tengah, H. Azhari, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran pimpinan wilayah Kemenkum Sultra yang dinilai memberi suntikan semangat bagi pelestarian adat lokal.
| Baca juga: Kemenkum Sultra Matangkan Persiapan P3H |
“Kehadiran Bapak Kakanwil Kemenkum Sultra beserta jajaran di Benteng Daduwali Ombonowulu ini merupakan kehormatan besar bagi kami. Melalui perayaan tradisi Homa-homa dan Geopark Muna Island ini, kami tiga kepala daerah di daratan Muna berkomitmen untuk terus menjaga marwah kebudayaan lokal. Koordinasi dan kehadiran Kemenkum di tengah-tengah masyarakat adat tentu menjadi jembatan berharga agar kekayaan komunal kami ke depan mendapatkan pengakuan dan pelindungan hukum yang semestinya," ujar Azhari.
Sementara Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Sultra, Topan Sopuan, menegaskan esensi dari kegiatan ini memiliki keterkaitan erat dengan tugas fungsi Kemenkum dalam memproteksi Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) di daerah.
“Kami dari jajaran Kemenkum Sultra sangat mengagumi eksotisme Benteng Daduwali serta kehangatan tradisi Homa-homa ini. Ini adalah aset budaya yang luar biasa dan memiliki potensi pariwisata yang mendunia. Melalui sinergi erat bersama Pemkab Buton Tengah, Muna, dan Muna Barat, Kemenkum berkomitmen penuh untuk siap mengawal proses inventarisasi dan pendaftaran potensi komunal ini sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) maupun Indikasi Geografis, agar kelestariannya terjaga dan membawa dampak ekonomi bagi masyarakat luas," tegas Topan.
Melalui kehadiran dan koordinasi lintas instansi ini, perhelatan tradisi di Benteng Daduwali Ombonowulu berhasil menegaskan pesan kuat bahwa jalan menuju kota santri dan kota pendidikan yang dicita-citakan, harus senantiasa berakar pada keluhuran desa yang berbudaya dan terlindungi secara hukum. Sinergi ini diharapkan menjadi awal dari akselerasi inventarisasi aset komunal di jazirah Muna demi kesejahteraan masyarakat berbasis kearifan lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....