Gandeng BP3MI Sultra, Pemkot Kendari Jajaki Peluang Kerja Sama Penempatan Kerja Gl

  • 15 Jun 2026 17:15 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Wakil Wali Kota Kendari Sudirman menerima audiensi Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Sulawesi Tenggara La Ode Askar di ruang kerjanya.

Pertemuan tersebut dilakukan guna membahas peluang kerja sama dalam membuka akses penempatan tenaga kerja terampil asal Kota Kendari ke luar negeri.

Program ini diproyeksikan menjadi solusi alternatif bagi lulusan SMA, SMK, hingga perguruan tinggi yang belum terserap sepenuhnya di pasar kerja domestik.

Sudirman menegaskan bahwa bekerja di luar negeri saat ini tidak lagi identik dengan sektor informal yang minim perlindungan hukum.

Melalui program resmi pemerintah, masyarakat kini memiliki kesempatan besar untuk menjadi tenaga kerja profesional yang memiliki kompetensi internasional.

"Yang perlu dipahami masyarakat adalah bekerja di luar negeri bukan sekadar menjadi pekerja migran seperti stigma negatif selama ini, melainkan menjadi tenaga kerja profesional dengan keahlian dan pengalaman global," ujar Sudirman memberikan arahan.

Untuk memaksimalkan program ini, Pemkot Kendari berkomitmen memperkuat sosialisasi secara masif kepada masyarakat luas.

Penyebaran informasi akan memanfaatkan platform media sosial, penguatan di tingkat kecamatan dan kelurahan, hingga sosialisasi langsung pada kegiatan Car Free Day.

Sementara itu, Kepala BP3MI Sultra La Ode Askar menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari agenda nasional bertajuk SMK Go Global.

Secara nasional, pemerintah pusat menargetkan penempatan 500 ribu tenaga kerja Indonesia ke luar negeri hingga tahun 2029 mendatang.

Khusus untuk tahun 2026 ini, target penempatan nasional dipatok menyasar sekitar 40 ribu orang di berbagai negara tujuan.

Selain penempatan kerja di sektor formal seperti perhotelan, konstruksi, perkebunan, manufaktur, dan layanan jasa, para peserta juga akan dibekali pelatihan kompetensi.

Namun, Askar mengungkapkan bahwa minat masyarakat Sultra untuk berkarier di luar negeri saat ini tergolong masih cukup rendah.

Berdasarkan pendataan sejak akhir 2025 hingga Mei 2026, jumlah pendaftar yang berminat baru mencapai 227 orang di tingkat provinsi.

"Langkah awal kami adalah memetakan minat masyarakat terlebih dahulu. Setelah itu, kompetensi mereka akan disesuaikan dengan kebutuhan negara tujuan melalui pelatihan yang tepat," jelas Askar di hadapan media.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Kendari Farida Agustina mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah faktor psikologis masyarakat.

Banyak lulusan muda yang masih ragu, khawatir meninggalkan keluarga, atau takut beradaptasi dengan lingkungan baru di luar negeri.

Sebagai solusi, Disnakerperin bersama jajaran kecamatan dan kelurahan akan menggencarkan edukasi publik dengan menampilkan kisah sukses pekerja migran legal.

Sebagai langkah konkret, sinergi antara Pemkot Kendari, BP3MI, lembaga pelatihan kerja, dan perusahaan penempatan resmi akan segera ditindaklanjuti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....