BKPSDM Kendari Gelar Orientasi Digital Bagi PPPK Tahap II
- 15 Jun 2026 17:15 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Wakil Wali Kota Kendari Sudirman secara resmi membuka Pembukaan dan Pengantar Massive Open Online Course bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Lingkup Pemerintah Kota Kendari Tahap II, Jumat, 12 Juni 2026.
Kegiatan pengembangan kapasitas aparatur sipil negara tersebut diselenggarakan secara tatap muka di Aula Samaturu Balaikota Kendari.
Orientasi berbasis digital hasil kolaborasi dengan LAN RI ini diikuti oleh 66 peserta yang berasal dari berbagai rumpun penugasan berbeda.
Komposisi peserta terdiri dari 29 tenaga guru, 23 tenaga kesehatan, 12 tenaga teknis, serta tambahan dua peserta dari susulan PPPK tahap pertama.
Program mandiri ini bertujuan membekali aparatur baru dengan nilai-nilai dasar ASN, etika pemerintahan, dan profesionalisme pelayanan publik di daerah.
Dalam sambutannya, Sudirman menegaskan bahwa pengembangan kompetensi merupakan kebutuhan mutlak di tengah tuntutan zaman yang kian dinamis.
Ia mengimbau agar seluruh ASN baru terus belajar dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi serta perubahan regulasi di lingkungan birokrasi.
Sudirman juga sempat membagikan kisah personalnya untuk memotivasi para peserta agar bersemangat dalam mengabdi di instansi masing-masing.
"Saya juga dulu pegawai honorer di Kota Kendari, tidak ada yang tahu perjalanan hidup seseorang. Yang terpenting adalah bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, dan terus meningkatkan kemampuan diri," ujar Sudirman
Ia menekankan bahwa program ini bukan sekadar formalitas administratif untuk memenuhi syarat kepegawaian belaka.
Agenda ini menjadi modal penting dalam membentuk karakter birokrasi modern yang profesional dan juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat luas.
"Kalau orientasi ini diikuti dengan baik, saya yakin teman-teman akan lebih siap menjalankan tugas. Itulah modal utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tambah Sudirman
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Kendari Alfian menjelaskan bahwa seluruh peserta akan menjalani proses pembelajaran mandiri secara daring selama dua pekan ke depan.
Setelah merampungkan seluruh materi di platform digital, para peserta diwajibkan untuk menempuh evaluasi akhir sebagai alat ukur kelulusan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga marwah sebagai abdi negara dalam berinteraksi sosial di ruang publik maupun media sosial.
"Status ASN melekat pada diri kita bukan hanya saat jam kerja, tetapi sampai pensiun. Karena itu, setiap PPPK harus menjaga sikap, integritas, dan etika dalam kehidupan sehari-hari," tutur Alfian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....