Dampak Sandwich Generation Terhadap Kesehatan Mental Keluarga
- 15 Jun 2026 09:33 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Fenomena sandwich generation yang semakin banyak dialami masyarakat saat ini tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan mental keluarga. Individu yang berada dalam posisi ini harus menanggung kebutuhan anak sekaligus orang tua, sehingga sering kali menghadapi tekanan yang cukup besar dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Rince Tambunan, SE., MM., Dosen STIE 66 Kendari, dalam dialog interaktif Program Spada Pro 2 RRI Kendari, Senin 15 Juni 2026, bersama penyiar Siti Aisyah Menurutnya, beban tanggung jawab yang berlapis dapat memicu stres, kecemasan, hingga kelelahan emosional apabila tidak dikelola dengan baik.
Dr. Rince menjelaskan bahwa anggota sandwich generation sering kali merasa terjebak di antara tuntutan memenuhi kebutuhan keluarga inti dan kewajiban membantu orang tua. Kondisi tersebut dapat menimbulkan tekanan psikologis yang berdampak pada kualitas hidup maupun hubungan dalam keluarga.
“Ketika seseorang terus-menerus memikirkan kebutuhan banyak pihak dalam waktu bersamaan, tingkat stresnya cenderung meningkat. Jika tidak diimbangi dengan manajemen keuangan dan pengelolaan emosi yang baik, hal ini bisa memengaruhi kesehatan mental,” ujarnya.
Menurutnya, tekanan finansial menjadi salah satu faktor utama yang memicu gangguan psikologis pada keluarga. Kekhawatiran terhadap biaya pendidikan anak, kebutuhan kesehatan orang tua, serta kebutuhan rumah tangga dapat menyebabkan seseorang mengalami kelelahan mental atau burnout.
Selain berdampak pada individu, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi hubungan antaranggota keluarga. Komunikasi yang kurang baik akibat tekanan yang dirasakan berpotensi memunculkan konflik, kesalahpahaman, hingga menurunkan keharmonisan keluarga.
Dr. Rince menekankan pentingnya membangun komunikasi terbuka dalam keluarga agar setiap anggota memahami kondisi dan tanggung jawab yang sedang dihadapi. Dengan komunikasi yang baik, beban yang ada dapat dibicarakan dan dicari solusinya secara bersama-sama.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, dan waktu untuk diri sendiri. Menurutnya, kesehatan mental perlu menjadi perhatian karena berperan besar dalam menjaga produktivitas dan kualitas hubungan sosial.
“Jangan ragu meminta bantuan atau berdiskusi dengan keluarga ketika menghadapi tekanan. Dukungan emosional sangat penting untuk mengurangi beban psikologis yang dirasakan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Rince juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan literasi keuangan dan melakukan perencanaan jangka panjang guna mengurangi tekanan ekonomi yang sering menjadi pemicu stres. Dengan pengelolaan keuangan yang baik serta dukungan keluarga yang kuat, tantangan sebagai sandwich generation dapat dihadapi secara lebih sehat dan bijaksana.
Melalui pemahaman yang lebih baik mengenai dampak sandwich generation, masyarakat diharapkan mampu menjaga kesehatan mental keluarga sekaligus membangun ketahanan ekonomi yang lebih kuat di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....