Strategi Mengelola Keuangan Ditengah Tanggung Jawab

  • 15 Jun 2026 09:36 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Mengelola keuangan dengan baik menjadi salah satu tantangan terbesar bagi masyarakat yang harus memenuhi berbagai tanggung jawab, baik kepada keluarga inti maupun orang tua. Kondisi ini semakin dirasakan oleh generasi produktif yang berada dalam posisi sandwich generation, yakni mereka yang harus menanggung kebutuhan dua generasi sekaligus.

Hal tersebut disampaikan oleh dosen STIE 66 Kendari, Dr. Rince Tambunan, dalam dialog interaktif Program Spada Pro 2 RRI Kendari, Senin 15 Juni 2026. Menurutnya, pengelolaan keuangan yang tepat menjadi kunci agar seseorang dapat menjalankan tanggung jawab tanpa mengorbankan kestabilan ekonomi pribadi.

Dr. Rince menjelaskan bahwa langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menyusun skala prioritas pengeluaran. Kebutuhan pokok seperti pangan, pendidikan, kesehatan, dan tabungan darurat harus ditempatkan sebagai prioritas utama sebelum memenuhi kebutuhan yang bersifat konsumtif.

“Perencanaan keuangan harus dimulai dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran secara rinci. Dengan begitu, seseorang dapat mengetahui pos mana yang perlu dikurangi dan mana yang harus dipertahankan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun dana darurat sebagai bentuk antisipasi terhadap berbagai risiko keuangan yang dapat muncul sewaktu-waktu. Menurutnya, dana darurat membantu keluarga tetap stabil ketika menghadapi kondisi tak terduga, seperti kebutuhan kesehatan atau kehilangan sumber pendapatan.

Selain itu, Dr. Rince mengingatkan masyarakat untuk menghindari gaya hidup konsumtif yang dapat memperberat kondisi keuangan. Ia menilai keputusan pembelian harus didasarkan pada kebutuhan dan kemampuan finansial, bukan sekadar mengikuti tren atau gengsi sosial.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendorong generasi muda untuk mulai berinvestasi dan meningkatkan literasi keuangan sejak dini. Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan akan membantu seseorang mencapai kemandirian finansial serta mengurangi risiko terjebak dalam tekanan ekonomi jangka panjang.

“Keuangan yang sehat tidak ditentukan oleh besarnya pendapatan semata, tetapi bagaimana seseorang mengelola dan mengalokasikan pendapatan tersebut secara bijak,” jelasnya.

Melalui perencanaan yang matang, disiplin dalam mengatur pengeluaran, serta komitmen untuk menabung dan berinvestasi, masyarakat diharapkan mampu menjalankan berbagai tanggung jawab keluarga tanpa mengabaikan masa depan keuangan mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....