Pesisir Sultra Hadapi Ancaman Kerusakan Lingkungan
- 14 Jun 2026 22:07 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Kawasan pesisir di Sulawesi Tenggara menghadapi berbagai ancaman kerusakan lingkungan yang dapat berdampak pada keberlanjutan ekosistem serta kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya pesisir dan laut. Hal tersebut disampaikan oleh Junartin Teke, S.Si, M Eng Dosen Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) Universitas Halu Oleo (UHO) dalam program Sultra Sore Ini Pro 1 RRI Kendari, Sabtu 13 Juni an2026.
Dalam dialog tersebut, Dr. Lies Indriyani menjelaskan bahwa wilayah pesisir memiliki peran penting sebagai penyangga ekosistem, habitat berbagai biota laut, serta sumber penghidupan bagi masyarakat. Namun, berbagai aktivitas manusia yang tidak memperhatikan aspek keberlanjutan berpotensi mempercepat terjadinya degradasi lingkungan pesisir.
Menurutnya, kerusakan kawasan pesisir dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pencemaran, alih fungsi lahan, eksploitasi sumber daya yang berlebihan, hingga kurangnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Kondisi tersebut dapat mengancam keseimbangan ekosistem dan mengurangi daya dukung lingkungan bagi kehidupan masyarakat.
“Wilayah pesisir merupakan ekosistem yang sangat penting karena menjadi penghubung antara daratan dan lautan. Jika kerusakan terus terjadi, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga oleh masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sumber daya pesisir,” ujarnya.
Dr. Lies menambahkan bahwa ekosistem pesisir seperti mangrove, padang lamun, dan terumbu karang memiliki fungsi strategis dalam menjaga kualitas lingkungan, melindungi pantai dari abrasi, serta menjadi habitat berbagai jenis biota. Oleh karena itu, upaya perlindungan dan rehabilitasi kawasan pesisir perlu terus diperkuat.
Ia menilai bahwa kesadaran masyarakat menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan pantai, mengurangi pencemaran, serta memanfaatkan sumber daya alam secara bijak harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
Selain itu, Dr. Lies juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam mengatasi berbagai persoalan lingkungan yang terjadi di kawasan pesisir. Dengan kerja sama yang baik, langkah-langkah konservasi dan pengelolaan lingkungan dapat berjalan lebih efektif.
“Pelestarian lingkungan pesisir bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Semua pihak perlu berperan aktif agar sumber daya pesisir dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk generasi sekarang dan mendatang,” jelasnya.
Melalui program Sultra Sore Ini, Dr. Lies Indriyani berharap masyarakat semakin peduli terhadap kondisi lingkungan pesisir di Sulawesi Tenggara. Dengan menjaga kelestarian ekosistem pesisir, diharapkan keseimbangan lingkungan tetap terjaga sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat yang hidup di wilayah pesisir dan kepulauan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....