Rupiah Melemah, Anak Muda Bisa Apa?

  • 10 Jun 2026 07:11 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi perhatian berbagai kalangan, termasuk generasi muda. Dalam program Spada Pro 2 RRI Kendari, Rabu 10 Juni 2026, narasumber Dr. David C.E. Lisapaly, menjelaskan, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh faktor eksternal maupun internal.

Menurut David, faktor eksternal menjadi penyebab utama melemahnya rupiah. Ia menjelaskan bahwa saat ini dolar Amerika Serikat cenderung menguat terhadap berbagai mata uang dunia karena tingginya aktivitas perdagangan internasional yang menggunakan dolar sebagai alat transaksi utama.

“Dolar memang cenderung menguat di seluruh dunia. Transaksi perdagangan global yang meningkat membuat permintaan terhadap dolar juga naik, sehingga nilai tukarnya terhadap berbagai mata uang, termasuk rupiah, menjadi lebih tinggi,” ujarnya.

Selain faktor global, David menambahkan, kondisi dalam negeri juga turut memberikan kontribusi terhadap pelemahan rupiah. Salah satunya adalah inflasi yang meskipun tidak terlalu besar pengaruhnya, tetap memberikan dampak terhadap nilai tukar mata uang nasional.

David juga menyoroti tingginya ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap produk impor. Menurutnya, impor yang lebih besar dibandingkan ekspor serta penggunaan bahan baku dari luar negeri menyebabkan kebutuhan terhadap valuta asing meningkat.

“Secara internal, masyarakat Indonesia masih cenderung memilih barang-barang impor. Selain itu, banyak bahan baku industri yang masih didatangkan dari luar negeri. Kondisi ini membuat permintaan terhadap dolar meningkat dan pada akhirnya dapat berkontribusi terhadap pelemahan rupiah,” jelasnya.

David menegaskan, generasi muda dapat berperan dalam memperkuat perekonomian nasional dengan meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, mendukung usaha lokal, serta mengembangkan inovasi yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Melalui langkah-langkah tersebut, anak muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam dinamika ekonomi global, tetapi juga menjadi bagian dari solusi untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dan menjaga stabilitas rupiah di masa depan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....